Wartawan di Bekasi jadi Korban Intimidasi Karang Taruna, Walikota Diminta Turun Tangan

  • Bagikan
Wartawan di Bekasi jadi Korban Intimidasi Karang Taruna, Walikota Diminta Turun Tangan
Wartawan di Bekasi jadi Korban Intimidasi Karang Taruna, Walikota Diminta Turun Tangan

Seorang wartawan bernama Ahmad Pairudz menjadi korban intimidasi oleh Ketua Karang Taruna Bekasi Utara, Kota Bekasi, Jawa Barat.

Peristiwa terjadi ketika pria akrab disapa Pay itu sedang melakukan upaya konfirmasi di kediaman Heri, wilayah Kaliabang Tengah, Bekasi Utara.

“Mau konfirmasi soal kegaduhan penertiban bangunan di lahan irigasi, disanah kan ada bangunan milik Karang Taruna,” kata Pay, Rabu (11/9/2019).

Pria yang aktif bekerja di Harian Radar Bekasi ini sebelumnya melakukan tugas peliputan di wilayah Teluk Pucung, Bekasi Utara.

“Oleh Karang Taruna Teluk Pucung saya disuruh konfirmasi Heri, dia Karang Taruna Bekasi Utara. Nah saya samperin ke rumahnya. Disanah lah saya di intimidasi,” ungkap dia.

Perlakuan Intimidasi itu dilakukan oleh Heri dan kawan-kawannya, serta istri Heri yang saat itu berada di rumahnya.

“Ya saya di kata-katain, wartawan bego, ngapain lu, buta ya mata lu. Wartawan cuma nyari buat nasi aja,” begitu kata-kata yang terlontar kepada Pay.

Lebih jauh ia menjelaskan, Pay mendapatkan tugas untuk memuat berita soal kegaduhan Karang taruna yang sempat menggeruduk Kantor Kelurahan Harapan Baru, Kecamatan Bekasi Utara.

“Waktu itu soalnya Kantor Kelurahan di geruduk, karang taruna tidak terima karena bangunan warung kelontong di tertibkan dan minta biaya ganti rugi. Nah saya ingin konfirmasi soal ini malah mendapat perlakuan seperti itu,” jelas Pay.

Pay yang tidak terima dengan perlakuan Karang Taruna akhirnya menceritakan kepada rekan seprofesinya.

Wartawan di Bekasi jadi Korban Intimidasi Karang Taruna, Walikota Diminta Turun Tangan
Aksi solidaritas wartawan di Kantor Wali Kota Bekasi

Rabu (11/9/2019) siang tadi, belasan wartawan yang mengatasnamakan Jurnalis Bekasi Bersatu menggeruduk Kantor Wali Kota Bekasi di Jalan Ahmad Yani, Bekasi Selatan, Kota Bekasi.

Mereka meminta agar Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi turun tangan dan memecat Ketua Karang Taruna Bekasi Utara atas tindakannya kepada waratwan.

“Kami mengutuk keras ancaman dan intimidasi verbal dan non verbal terhadap profesi jurnalis. Kerja jurnalis dilindungi undang-undang dan kami meminta kepada semua pihak menghormati, menghargai profesi jurnalis. Kami meminta kepada Wali Kota Bekasi untuk mencopot ketua Karang Taruna Kecamatan Bekasi Utara,” tukas Koordinator aksi, Alfi.

Rencananya, mereka akan terus melakukan aksi damai itu sampai permohonannya dapat di kabulkan Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi.

Salah satunya adalah dengan kembali menggelar aksi solidaritas wartawan ke Kantor DPRD Kota Bekasi di Jalan Chairil Anwar, Bekasi Timur, Kota Bekasi.

(MYA)

  • Bagikan