Berjuluk Kota Patriot, Bekasi Belum Punya Museum Sejarah

  • Bagikan
Ilustrasi sejarah Jakarta
Ilustrasi sejarah Jakarta

Kota Bekasi beken dikenal dengan Kota Patriot. Hal itu lantaran pada era penjajahan Kolonial Belanda dan Sekutu Jepang, Bekasi mempunyai beberapa tokoh pahlawan yang dikomandai oleh KH.Noer Ali.

Tokoh pahlawan yang dikenal dengan sebutan Singa Karawang-Bekasi itu memiliki sumbangsih bagi tanah air, khusunya Bekasi. Barisannya adalah para jawara dan santri.

Namun sayangnya, hingga kini pemerintah daerah belum mempunyai museum sejarah. Padahal, sejatinya peninggalan-peninggalan orang dahulu kala itu bisa dikumpulkan dalam satu kompleks gedung yang notabene adalah sebuah museum.

Apalagi, kekinian adanya penemuan bangunan kuno dalam proyek revitalisasi Double-Double Track (DDT) di Stasiun Bekasi. Bangunan itu terbuat dari bata merah berbentuk lorong. Adapula penemuan sebuah jendela besar yang terbuat dari kayu.

Banyak yang menyimpulkan bahwa bangunan kuno bawah tanah itu dibangun pada zaman Kerajaaan Pajajaran. Namun, sebagian juga menyebutkan bahwa bangunan itu dibangun pada zaman penjajahan Belanda dan Jepang.

Hanya saja sampai kini belum ada fakta-fakta konkret dari kesimpulan tersebut. Kendati sudah dalam tahap penelitian oleh Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Serang, Banten.

“Untuk museum kita memang belum punya, namun penemuan bangunan kuno itu tentu kita akan pertahankan dan akan kami upayakan membangun museum,” kata Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan, Tedi Hafni, Sabtu (5/9/2020).

Tedi menyampaikan, Pemkot Bekasi berencana menyulap Gedung Papak yang ada di Jalan Ir.H Juanda, Bekasi Timur, menjadi salah satu pusat sejarah Bekasi. Hanya saja, Gedung Papak sendiri saat ini masih dijadikan lokasi bekerja empat Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

Diantara empat OPD itu yaitu, Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil, Dinas Sosial, Dinas Pendapat Daerah dan Badan Pelayanan Perizinan Terpadu (BPPT). Diketahui, Gedung Papak adalah Kantor Bupati sebelum pemekaran antara kota/kabupaten Bekasi pada tahun 1998.

“Masih kita kaji juga, mudah-mudahan dapat segera kami realisasikan,” tuturnya.

Sebelumnya juga, Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi berjanji akan membangun museum pahlawan yang telah berjuang yaitu KH. Noer Ali. Hal itu ia katakan pada upacara Hari Ulang Tahun Republik Indonesia (HUT RI) ke-74 di Alun alun, Jalan Veteran-Pramuka, Kecamatan Bekasi Selatan, Kota Bekasi, Sabtu (17/8/2019).

“Museum KH. Noer Ali akan kami bangun di rumahnya. Ini sebagai komitmen kami untuk penghargaan perjuangan beliau,” kata Rahmat dalam sambutannya yang menggebu-gebu, saat itu.

Menurut Rahmat, KH.Noer Ali sudah mewariskan segala tenaga dan perjuanganya melawan penjajahan Belanda dan Jepang pada masa itu.

“Kali Bekasi adalah saksi sejarah, dimana Kali Bekasi itu dulu yang jernih sampai air berubah menjadi warna merah akibat adanya pembantaian massal. Banyak Pejuang suhada yang mempertaruhkan jiwa dan raganya disanah,” ujar dia.

Sementara itu, Ketua Tim Ahli Cagar Budaya Kota Bekasi, Ali Anwar mendorong agar Pemkot Bekasi segera membangun museum tentang sejarah Bekasi. Museum itu diperlukan karena Bekasi penuh sejarah dan memiliki benda-benda bersejarah yang bisa disimpan di museum tersebut.

“Museum perlu dibangun oleh pemerintah, tujuannya agar para generasi muda saat ini dapat mengetahui alur cerita serta peninggalan dan temuan budaya masyarakat pada zaman dahulu,” kata Ali.

Menurut Ali, penting bagi eksekutif dan legislatif di Kota Bekasi memikirkan pembangunan museum. Tujuannya agar dapat mengedukasi masyarakat Kota Bekasi dan turis atau pendatang lokal yang ingin mengetahui detil sejarah Bekasi.

“Tapi bukan saja dibangun, harus ada juga biaya atau penganggaran perawatan museum beserta isinya,” imbuh Ali.

Di Kabupaten Bekasi, pemerintah setempat telah menganggarkan pembangunan museum. Proyek ini merupakan perubahan fungsi Gedung Juang 45 Tambun menjadi musem Kabupaten Bekasi.

Pembangunan museum ini menelan biaya sebesar Rp36.943.703.000, sekaligus menjadi proyek dengan anggaran terbesar. Untuk pengerjaannya sudah memasuki tahap pelelangan.

“Sudah memasuki tahap akhir pelelangan, setelah selesai nanti baru proyek revitalisasi pembangunan gedung siap digelar,” kata Kepala Bagian ULP Pemerintah Kabupaten Bekasi, Beni Nugraha.

(MYA)

  • Bagikan