Kasus Covid-19 Masih Dinamis, Komisi IV DPRD Kabupaten Bekasi Dorong Persiapan Sekolah Tatap Muka Secara Proporsional

  • Bagikan
Sekretaris Komisi IV DPRD Kabupaten Bekasi, Rusdi Haryadi. Foto: Ist
Sekretaris Komisi IV DPRD Kabupaten Bekasi, Rusdi Haryadi. Foto: Ist

Lonjakan kasus Covid-19 di Kabupaten Bekasi pasca libur Hari Raya Idul Fitri 2021 semakin menjadi. Hal ini tentu berpengaruh pada rencana dibukanya Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) secara tatap muka pada Juli mendatang.

Sekretaris Komisi IV DPRD Kabupaten Bekasi, Rusdi Haryadi mengatakan bahwa bukan hal yang mudah dalam persiapan sekolah tatap muka. Sebabnya, hingga pertengahan Juni ini kasus Covid-19 terus mengalami kenaikan.

Bahkan, kekinian Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Kabupaten Bekasi telah membuka dua hotel baru untuk dijadikan tempat isolasi bagi pasien terkonfirmasi Covid-19.

“Kita tidak juga harus membuat ini menjadi sulit. Jadi sikap kita harus proporsional dalam menghadapi KBM secara tatap muka ini,” kata dia, Rabu (16/6/2021).

Dalam situasi ini, Rusdi mendorong agar Dinas Pendidikan Kabupaten Bekasi untuk membuat kajian yang matang dan secara berkesinambungan melihat kondisi dan situasi Covid-19 di peretengahan bulan Juni ini.

Logo DPRD Kabupaten Bekasi
Logo DPRD Kabupaten Bekasi

“Karena kondisi pandemi Covid-19 di Kabupaten Bekasi masih sangat dinamis, pemerintah daerah harus benar-benar melakukan kajian yang matang untuk KBM ini,” ujar Rusdi.

Tak kalah penting yaitu mempersiapkan infrastruktur seperti ketersediaan tempat cuci tangan yang sesuai standar, serta kapasitas murid yang dibatasi di tiap ruang kelas.

Menurut dia, hal ini sesuai dengan Peraturan Daerah (Perda) tentang Covid-19 yang telah di sahkan pada 2020 lalu. Diantaranya mengatur keterisian ruang kelas 50 persen.

“Jadi kalau satu kelas daya tampungnya 40 murid, maka maksimal yang boleh hanya 20 murid,” tukasnya.

Selain itu, sambung Rusdi, juga soal dengan waktu belajar yang dibagi menjadi dua shift, pagi dan siang.

Ia menjelaskan, pelaksanaan KBM tatap muka tidak diperbolehkan lebih dari dua jam dalam satu hari. Kemudian dalam seminggu juga tidak diperbolehkan KBM lebih dari dua hari.

“Pak Presiden juga sudah memberikan arahan, kegiatan KBM dilakukan secara berselang. Jadi misalnya KBM hari Senin, Selasanya libur. Jadi hari Selasa dilakukan penyemprotan disinfektan di ruang kelas,” jelas dia.

Pelaksanaan KBM secara tatap muka diharapkan berjalan dengan lancar. Namun jika penularan Covid-19 kembali meningkat dan Kabupaten Bekasi masuk ke dalam katagori zona merah atau oranye, Rusdi meminta agar KBM kembali dilakukan secara online.

“Dimungkinkan jika dalam pelaksanaanya terjadi perubahan zona, maka kegiatan KBM kembali secara online. Ya, zona merah atau oranye tidak dilakukan pembelajaran secara tatap muka,” pungkasnya.

(ADV/FIR)

  • Bagikan