Site icon Go Bekasi

Resepsi Pernikahan Mulai Diperbolehkan

Bekasi Jadi Daerah Pertama Perbolehkan Resepsi Pernikahan, Industri Wedding Merugi Rp 70 Triliun Selama Pandemi Covid-19

Simulasi Wedding New Normal

Pemerintah Kota Bekasi mulai melonggarkan beberapa kegiatan masyarakat dalam penerapan PPKM Level 3 di wilayahnya. Kegiatan yang dilonggarkan tersebut di antaranya resepsi pernikahan.

Hanya saja, kapasitas resepsi pernikahan masih dibatasi sebanyak 50% dan wajib mengedepankan protokol kesehatan.

“Kami sudah memperbolehkan menggelar resepsi pernikahan, asalkan kuota hanya 50% dan tetap mengedepankan protokol kesehatan. Kota Bekasi masuk zona hijau,” ungkap Wali Kota Bekasi, Rahmat Effendi, Jumat (10/9/2021).

Menurut dia, semenjak masuk PPKM Darurat beberapa waktu lalu, semua kegiatan masyarakat termasuk resepsi pernikahan dilarang pemerintah setempat.

Larangan itu menyusul lonjakan kasus COVID-19 di Kota Bekasi semakin meningkat.

”Berbagai kegiatan yang menimbulkan keramaian dihentikan sejenak, sekarang sudah diperbolehkan,” ujarnya.

Kini, seiring penurunan kasus Covid-19, pemerintah coba merespons berupa pelonggaran. Namun, Rahmat tak asal memberikan izin tanpa batas.

Dia memberikan catatan, jika resepsi harus sesuai dengan ketentuan yaitu pembatasan jumlah undangan yang datang, serta harus menerapakan protokol kesehatan secara ketat.

“Kalau resepsi tetap dibatasi, masuk mal juga dibatasi, orang makan di mal sudah 60 menit kalau drive thru boleh saja, bergiliran saja,” ungkapnya.

Untuk itu, lanjut dia, masyarakat Kota Bekasi harus bisa memaksimalkan tamu undangan yang ada.

“Kami tak mengekang jumlah tamu undangan, hanya saja tentu harus mematuhi protokol kesehatan yang ada,” ucapnya.

(SHY)

Exit mobile version