Polemik terkait pagar laut di perairan Kampung Paljaya, Desa Segara Jaya, Kecamatan Tarumajaya, Bekasi akhirnya mendapat klarifikasi dari Pemprov Jawa Barat.
Pagar laut tersebut merupakan bagian dari proyek pembangunan alur pelabuhan yang melibatkan kerja sama antara pemerintah provinsi dan pihak swasta.
Menurut Ahman Kurniawan, Kepala UPTD Pelabuhan Perikanan Muara Ciasem, proyek ini dilaksanakan atas kerja sama dengan dua perusahaan, yaitu PT Tunas Ruang Pelabuhan Nusantara (TRPN) dan PT Mega Agung Nusantara (MAN).
PT TRPN melakukan penataan ulang kawasan Satpel Pangkalan Pendaratan Ikan (PPI) Paljaya) seluas 7,4 hektare dengan biaya sekitar Rp 200 miliar. Sementara PT MAN bertanggung jawab atas pembangunan bagian lain dari alur pelabuhan.
Spesifikasi pembangunan Pelabuhan ini membutuhkan kepanjangan 5 kilometer dengan kedalaman 5 meter dari permukaan air serta lebar 70 meter.
Pelabuhan ini nanti berfungsi untuk akses keluar-masuk kapal nelayan, terutama kapal besar dengan bobot di bawah 30 Gross Tonnage (GT).
Tiga fasilitas utama dalam pengembangan yaitu alur Pelabuhan, dermaga dan mercusuar dengan fasilitas penunjangnya seperti perkantoran, fasilitas umum meliputi kamar mandi, masjid dan lain lain.
Lokasi ini nanti menjadi fasilitas yang fungsional seperti tempat pelelangan ikan, pasar ikan dan bongkar docking kapal.
Ahman menegaskan bahwa proyek ini memiliki landasan hukum dan pengelolaan yang jelas, sehingga keberadaannya tidak dapat dianggap misterius.
Pandangan Anggota DPRD dan Perbandingan dengan Tangerang
Marjaya Sargan, anggota DPRD Kabupaten Bekasi dari Dapil V, menegaskan bahwa pagar laut di Bekasi berbeda dengan pagar di Tangerang, Banten.
di Kabupaten Bekasi pagar laut dibangun untuk pengembangan pelabuhan PPI Paljaya secara resmi. Berbeda dengan Tangerang yang belum jelas peruntukannya, sehingga dianggap misterius.
Keberadaan pagar bambu yang menyerupai tanggul sempat menjadi perhatian publik setelah video beredar di media sosial.
Video tersebut menunjukkan ribuan batang bambu yang menopang gundukan tanah, membentuk garis panjang seperti tanggul dengan perairan di tengahnya.
Ikuti Kami di GOOGLE NEWS
Simak berita seputar Bekasi di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Gobekasi.id WhatsApp Channel : https://whatsapp.com/channel/0029VarakafA2pLDBBYbP32t. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.