Bekasi  

Polisi Sita CCTV dan Pakaian Korban Tewas Tenggelam di Kolam Renang SDIT Ibnul Jazari

Kabupaten Bekasi -Kapolsek Babelan, Kompol Wito menanggapi kasus tenggelamnya dua siswa kelas 1 SDIT Ibnul Jazari. Foto: Septian/Gobekasi.id
Kapolsek Babelan, Kompol Wito menanggapi kasus tenggelamnya dua siswa kelas 1 SDIT Ibnul Jazari. Foto: Septian/Gobekasi.id

Kabupaten Bekasi – Jajaran Polsek Babelan menyita tiga kamera CCTV dan pakaian milik dua murid SDIT Ibnul Jazari yang tewas tenggelam saat mengikuti ekstrakurikuler renang perdana di Kecamatan Babelan, Kabupaten Bekasi.

Kapolsek Babelan, Kompol Wito, mengatakan tiga kamera CCTV yang diamankan berada di luar gedung kolam renang yang terletak persis di depan sekolah.

“Ada tiga CCTV, juga beberapa pakaian yang dipakai korban,” ujar Wito di lokasi, Rabu (13/8/2025).

Ia menegaskan, tidak ada kamera pengawas yang dipasang di dalam area kolam. “Di dalam kolam renang itu belum ada CCTV-nya,” tambahnya.

Kolam renang tersebut berada di lantai satu gedung tiga lantai milik yayasan.

Setelah kejadian, polisi memasang garis polisi di pintu gerbang utama, depan pintu masuk kolam, dan salah satu sudut kolam renang. Aktivitas di lokasi dihentikan total, termasuk kegiatan belajar mengajar di sekolah.

“Iya, untuk KBM (kegiatan belajar mengajar) kita masih liburkan,” kata Kepala SDIT Ibnul Jazari, Muhammad Unais.

Kronologi Kejadian

Insiden tragis ini terjadi pada Senin (11/8/2025) siang, saat 25 murid kelas 1 mengikuti ekstrakurikuler renang pertama setelah jam pelajaran berakhir pukul 14.00 WIB.

Kasat Reskrim Polres Metro Bekasi, AKBP Agta Bhuana Putra, menjelaskan kegiatan baru berlangsung sekitar 30 menit ketika pendamping ekstrakurikuler berinisial UA dan kepala sekolah berinisial U menghubungi orang tua korban, KBW (7) dan FAP (6), untuk segera datang ke rumah sakit.

Ibu KBW tiba lebih dulu dan terkejut mendapati putranya serta FAP telah meninggal dunia. Ia kemudian memberi kabar kepada ibu FAP yang langsung menyusul ke rumah sakit.

Kedua jenazah kemudian dibawa pulang ke rumah masing-masing di Kelurahan Setia Mulya, Tarumajaya, yang berlokasi saling berdekatan.

Klaim Pihak Sekolah

Kepala sekolah, Muhammad Unais, mengaku kegiatan renang di sekolah selama ini berjalan aman dan insiden tersebut merupakan kejadian pertama. Menurutnya, ukuran kolam 10×7 meter dengan kedalaman 110–130 sentimeter cukup untuk menampung seluruh peserta.

“Selama ini aman-aman saja, tidak pernah ada masalah. Tentu saja ini kejadian yang tidak kita inginkan dan saya merasa kehilangan,” ucap Unais.

Polisi masih melakukan penyelidikan untuk memastikan ada atau tidaknya unsur kelalaian dalam pelaksanaan kegiatan ekstrakurikuler tersebut.

Ikuti Kami di GOOGLE NEWS

Simak berita seputar Bekasi di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Gobekasi.id WhatsApp Channel : https://whatsapp.com/channel/0029VarakafA2pLDBBYbP32t. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *