Bekasi  

Tanggul Rapuh Biang Banjir Sukatani

Kabupaten Bekasi - Banjir di Kabupaten Bekasi akibat luapan dan jebolnya tanggul Kali Cikarang. Foto: Ist/Gobekasi.id.
Banjir di Kabupaten Bekasi akibat luapan dan jebolnya tanggul Kali Cikarang. Foto: Ist/Gobekasi.id.

Kabupaten Bekasi – Hujan yang turun sejak Sabtu (1/11/2025) membuat dua desa di Kecamatan Sukatani, Kabupaten Bekasi, terendam air selama tiga hari. Air baru benar-benar surut pada Senin sore.

Bupati Bekasi, Ade Kuswara Kunang, menyebut biang keladinya bukan semata cuaca ekstrem, melainkan pekerjaan tanggul yang belum rampung di sepanjang Kali Srengseng Hilir.

“Persoalannya tanggul yang dikerjakan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Citarum belum optimal,” kata Ade, Kamis (6/11/2025).

Tanggul di kawasan Desa Sukarukun dan Sukamanah sejatinya hanya berupa gundukan tanah setinggi sekitar dua setengah meter. Ia menjadi pembatas antara aliran sungai dan rumah-rumah warga. Namun, tidak ada struktur besi atau sheet pile yang memperkuatnya.

Baca Juga: Tujuh Kecamatan di Kabupaten Bekasi Terendam, 3.500 Warga Terdampak Banjir Kali Cikarang

Ketika debit air naik, tanah lembek itu tak kuasa menahan dorongan arus. Di sejumlah titik kritis, warga dan petugas BPBD menambal darurat dengan karung pasir dan bambu agar air tak kembali meluap.

Ade tak ingin kejadian itu berulang. Ia meminta BBWS Citarum mempercepat perbaikan tanggul dan memperkuat dinding penahan air.

“Jangan diam. Harus segera dibuat penahan yang kuat, seperti sheet pile,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan para camat dan kepala dinas agar tak menunggu banjir datang untuk bertindak. Bekasi, katanya, sudah memasuki musim penghujan dan perlu kesiapsiagaan.

Mitigasi bencana, lanjut Ade, mesti disertai penertiban bangunan liar yang berdiri di sempadan sungai. Namun langkah itu tak bisa dilakukan serentak. Pemerintah daerah tengah menyesuaikan diri dengan pemangkasan dana transfer dari pusat sebesar Rp600 miliar.

“Yang penting, prioritaskan wilayah yang paling rawan. Normalisasi jangan setengah hati,” tutur Ade.

Baca Juga: Air Tak Kunjung Surut, Sukatani Jadi Titik Paling Parah Banjir Bekasi

Ketua Tim Rehabilitasi dan Rekonstruksi BPBD Kabupaten Bekasi, Bayu Gutomo, mengatakan air kini sudah surut. Tak ada lagi warga yang mengungsi di Lapangan Jabon atau halaman Kantor Desa Sukamanah.

“Kami masih melakukan penanganan darurat di titik-titik tanggul kritis dan pembersihan sampah di saluran sungai,” ucap Bayu.

Tanggul boleh kering, tapi pelajaran dari banjir Sukatani belum berakhir. Di musim hujan seperti ini, satu gundukan tanah yang rapuh bisa menenggelamkan satu desa.

Ikuti Kami di GOOGLE NEWS

Simak berita seputar Bekasi di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Gobekasi.id WhatsApp Channel : https://whatsapp.com/channel/0029VarakafA2pLDBBYbP32t. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *