Kota Bekasi — Pemerintah Kota Bekasi resmi melaunching program air minum isi ulang berbayar sebagai langkah nyata mengurangi ketergantungan pada air minum dalam kemasan plastik.
Program ini sekaligus menjadi upaya Pemkot Bekasi mengajak masyarakat mengubah pola konsumsi yang lebih ramah lingkungan.
Wali Kota Bekasi Tri Adhianto mengatakan, kebijakan tersebut merupakan kelanjutan dari program yang telah lebih dulu diterapkan di lingkungan pemerintahan, yakni tidak lagi menyediakan air minum kemasan dalam setiap rapat dan pertemuan resmi.
“Program ini sudah diinisiasi sejak lama, dimulai dengan pemerintah kota Bekasi yang tidak lagi menggunakan minuman dengan kemasan plastik. Dari setiap rapat dan pertemuan, aparatur wajib membawa tumbler masing-masing,” ujar Tri.
Menurut Tri, keberhasilan uji coba penyediaan air minum isi ulang di kawasan Candrabaga mendorong Pemkot Bekasi memperluas inovasi tersebut ke ruang publik. Langkah ini diharapkan mampu membentuk kebiasaan baru di tengah masyarakat.
“Lanjutannya adalah bagaimana mengubah mindset warga masyarakat untuk kemudian menggunakan air minum isi ulang,” katanya.
Berbeda dengan fasilitas air minum gratis, program ini menerapkan sistem berbayar dengan tarif sangat terjangkau.
Tri menegaskan, kebijakan tersebut bukan bertujuan mencari keuntungan, melainkan untuk menumbuhkan kesadaran dalam menghargai air serta menjaga keberlangsungan operasional mesin.
“Kalau butuh satu liter, bayarnya 100 perak. Kalau butuh 1,8 liter, cukup 500 perak. Ini bukan untuk mencari keuntungan, tapi agar operasional tetap berjalan karena mesinnya juga harus dipelihara,” jelasnya.
Saat ini, pengembangan spot air minum isi ulang masih difokuskan di Candrabaga dan akan diperluas ke sejumlah titik lainnya, seperti Danau Duta, Kalimalang, serta lingkungan sekolah.
“Nanti juga akan kita optimalkan di sekolah-sekolah, supaya pendidikan pengurangan sampah plastik bisa dimulai dari anak-anak sejak dini,” ungkap Tri.
Ia menambahkan, kehadiran air minum isi ulang berbayar di sekolah diharapkan dapat membiasakan siswa membawa tumbler sendiri, sekaligus mengurangi penggunaan botol plastik sekali pakai.
“Sekarang anak sekolah cukup membawa 500 perak, sudah bisa mendapatkan hampir 1,8 liter air minum,” pungkasnya.
Ikuti Kami di GOOGLE NEWS
Simak berita seputar Bekasi di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Gobekasi.id WhatsApp Channel : https://whatsapp.com/channel/0029VarakafA2pLDBBYbP32t. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.













Di pondok gede pak juga ya
Di stasiun gratis isi ulang air 🫢🫢🫢
Jagan apa2 selalu minta gratis…hilangkanlah mental pengemis…uang 100 -500 rupiah..saat ini maaf…sdh tdk ada nilainya…
Lahhhh bang, diluar negri udh dibayar pake pajak disini musti bayar lg 😂
Yth pak walikota,paling utama perbaiki /benahi terlbh dahulu PAM bekasi krn kl kran air agak bsr d nyalain langsung kotor,air pam d biarin sktr 3 hari sudah kotor kl 1 minggu sdh agak berlumut,bau kebnykn tiap tahun ada mati dgn alaasan klasik pipa bocor
Yth pak walikota,paling utama perbaiki /benahi terlbh dahulu PAM bekasi krn kl kran air agak bsr d nyalain langsung kotor,air pam d biarin sktr 3 hari sudah kotor kl 1 minggu sdh agak berlumut,bau kebnykn tiap tahun ada mati dgn alaasan klasik pipa bocor & air agak susah kl sfh pertengahan tahun
Yth pak walikota,paling utama perbaiki /benahi terlbh dahulu PAM bekasi krn kl kran air agak bsr d nyalain langsung kotor,air pam d biarin sktr 3 hari sudah kotor kl 1 minggu sdh agak berlumut,bau kebnykn tiap tahun ada mati dgn alaasan klasik pipa bocor & air agak susah kl sfh pertengahan tahun
Yth pak walikota,paling utama perbaiki /benahi terlbh dahulu PAM bekasi krn kl kran air agak bsr d nyalain langsung kotor,air pam d biarin sktr 3 hari sudah kotor kl 1 minggu sdh agak berlumut,bau kebnykn tiap tahun ada mati dgn alaasan klasik pipa bocor & air agak susah kl sfh pertengahan tahun
Kalo bayar mau saingan ama pengusaha dudunk
Lahhhh bang, diluar negri udh dibayar pake pajak disini musti bayar lg 😂
Gencarkan dan focus dulu kebersihan sungai dan kali, baru setelah itu baru focus air berbayar, karena saya pikir untuk sekarang ini air bersih itu hasil proses pemaksaan kimia dari kotor keruh menjadi bersih. Yg kedepannya malah menjadi masalah baru bagi kesehatan.