Bekasi  

Menjelang Nataru, Harga Cabai dan Bawang Merah Melonjak di Pasar Induk Cibitung

Kabupaten Bekasi - Pedagang sayur mayur di Bekasi. Foto: Gobekasi.id.
Pedagang sayur mayur di Bekasi. Foto: Gobekasi.id.

Kabupaten Bekasi – Menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru, harga cabai dan bawang merah di Pasar Induk Cibitung, Kabupaten Bekasi, melonjak tajam. Kenaikan terjadi di tengah klaim pemerintah soal ketersediaan pasokan dan pengendalian harga bahan pokok.

Di pasar induk terbesar di Bekasi itu, harga cabai rawit merah yang pada kondisi normal berada di kisaran Rp30 ribu hingga Rp35 ribu per kilogram kini menembus Rp70 ribu, bahkan mendekati Rp80 ribu per kilogram. Cabai keriting turut terdongkrak hingga sekitar Rp65 ribu per kilogram. Bawang merah tak luput dari tren serupa.

Staf Operasional Bahan Pokok dan Penting UPTD Pasar Induk Cibitung dan Sukatani, Abdul Rahman, mengakui lonjakan harga sudah berlangsung sejak awal November 2025. Penyebabnya, kata dia, adalah menurunnya pasokan dari daerah sentra produksi.

“Bawang merah sekarang hanya datang dari Brebes. Biasanya ada tambahan dari Malang. Cabai rawit juga mulai berkurang sejak awal Desember,” kata Rahman, Selasa (16/12/2025).

Cuaca kembali menjadi alasan klasik. Curah hujan tinggi disebut menekan hasil panen, terutama di wilayah perbukitan yang rawan longsor. Cabai yang berhasil dipanen pun berisiko cepat membusuk jika tak segera terjual. Pola ini, menurut Rahman, hampir selalu berulang setiap menjelang Natal dan Tahun Baru.

Namun di tingkat pedagang, dampak lonjakan harga terasa lebih nyata. Fahir, pedagang cabai di Pasar Induk Cibitung, mengatakan kenaikan harga justru menekan daya beli. Penjualan hariannya turun separuh, dari sekitar 20 kilogram menjadi hanya 10 kilogram.

“Yang masih belanja banyak itu katering. Kalau pembeli rumah tangga sekarang beli sedikit-sedikit,” ujarnya.

Ironisnya, harga tinggi tidak serta-merta berarti keuntungan besar bagi pedagang. Fahir mengaku nyaris tak meraup untung karena biaya kulakan ikut melonjak. “Yang penting bisa muter modal,” katanya.

Pengelola pasar mengklaim telah melaporkan kondisi harga harian kepada Dinas Perdagangan, Kementerian Perdagangan, Kementerian Pangan, hingga Satgas Pangan. Namun hingga pertengahan Desember, lonjakan harga belum menunjukkan tanda-tanda mereda.

Situasi ini kembali memunculkan pertanyaan klasik yang selalu hadir menjelang hari besar keagamaan: sejauh mana efektivitas kebijakan pengendalian harga pangan? Bagi konsumen, terutama rumah tangga kecil, lonjakan harga cabai dan bawang bukan sekadar statistik, melainkan tekanan nyata di dapur mereka.

Ikuti Kami di GOOGLE NEWS

Simak berita seputar Bekasi di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Gobekasi.id WhatsApp Channel : https://whatsapp.com/channel/0029VarakafA2pLDBBYbP32t. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *