Bekasi  

Silaturahmi Kapolres dan Serikat Buruh di Bekasi: Menjaga Komunikasi di Tengah Dinamika Ketenagakerjaan

Kabupaten Bekasi - Kapolres Metro Bekasi Kombes Pol Sumarni mengundang tokoh serikat pekerja dan buruh ke meja dialog pada Rabu (14/1/2026), di Rumah Makan Alam Sari Delta Mas, Cikarang Pusat. Foto: Ist
Kapolres Metro Bekasi Kombes Pol Sumarni mengundang tokoh serikat pekerja dan buruh ke meja dialog pada Rabu (14/1/2026), di Rumah Makan Alam Sari Delta Mas, Cikarang Pusat. Foto: Ist

Kabupaten Bekasi – Langkah Kapolres Metro Bekasi Kombes Pol Sumarni mengundang tokoh serikat pekerja dan buruh ke meja dialog pada Rabu (14/1/2026), di Rumah Makan Alam Sari Delta Mas, Cikarang Pusat, membuka babak baru komunikasi antara aparat kepolisian dan kelompok buruh di Bekasi.

Pertemuan itu tidak berlangsung kaku. Puluhan perwakilan serikat datang mewakili berbagai federasi. Di sekeliling meja panjang, dialog berlangsung tanpa pengeras suara, tanpa panggung, dan tanpa protokoler rumit. Di sisi lain ruangan, jajaran pejabat utama Polres Metro Bekasi mendengarkan sambil sesekali mencatat.

Mencari Jalur Komunikasi di Tengah Ketegangan Berkala

Bekasi selama bertahun-tahun menjadi daerah padat industri dengan dinamika ketenagakerjaan yang kerap menjadi sorotan: mulai dari penetapan upah minimum, relasi industrial, hingga demonstrasi jalanan. Di ruang itu, Sumarni menyampaikan gagasan sederhana namun strategis: membuka saluran komunikasi tanpa perantara.

“Kami ingin hubungan Polres Metro Bekasi dengan teman-teman buruh berjalan terbuka. Silakan datang ke kantor, tidak perlu birokrasi. Mau konsultasi, curhat, atau menyampaikan aspirasi, pintu kami selalu terbuka,” ucapnya.

Pernyataan itu menjadi penanda bahwa Polres hendak menggeser relasi yang sebelumnya berjarak—di mana buruh kerap berhadapan dengan aparat sebagai pengendali aksi—menjadi pola hubungan simetris yang berbasis dialog dan deteksi dini.

Platform Digital untuk Deteksi Dini Konflik

Sumarni juga memperkenalkan rencana pembentukan grup komunikasi berbasis aplikasi pesan instan. Grup itu akan menghubungkan ketua serikat dengan jajaran intelijen Polres Metro Bekasi, memfasilitasi informasi, aspirasi, hingga peringatan dini soal eskalasi isu buruh.

“Saya siap membantu teman-teman. Selama bisa saya bantu, pasti saya bantu. Kalau belum bisa, saya carikan solusi dan pihak yang bisa membantu,” ujarnya.

Sebagian peserta menyambut langkah itu sebagai inovasi sederhana namun relevan. Dalam konteks Kabupaten Bekasi yang dihuni ratusan ribu pekerja industri, kanal komunikasi dianggap dapat menahan ledakan konflik sejak level informasi.

Jalan Dialog dalam Stabilitas Industri

Di luar ruang pertemuan, isu buruh bukan semata tentang upah dan regulasi. Di Bekasi, ia terkoneksi dengan investasi industri, ketahanan ekonomi daerah, hingga keamanan publik. Relasi tiga pihak—pemerintah, pengusaha, dan pekerja—selalu berada dalam medan sensitif.

Dalam lanskap itulah Polres Metro Bekasi mencoba memposisikan diri sebagai penyangga dialog. Melalui silaturahmi tersebut, aparat berharap dinamika ketenagakerjaan dapat diselesaikan dengan mekanisme dialogis, bukan konfrontatif.

Harapan itu juga mencerminkan narasi yang lebih besar: bahwa stabilitas wilayah tak cukup dijaga dengan personel dan pengamanan, tetapi juga dengan membangun kepercayaan dan ruang bicara.

Pertemuan berakhir tanpa penandatanganan MoU, tanpa deklarasi, dan tanpa konferensi pers. Namun dari sisi proses, ia memberi sinyal bahwa kanal komunikasi mulai dibuka—dan di Bekasi, itu sering menjadi titik awal dari perubahan yang lebih besar.

Ikuti Kami di GOOGLE NEWS

Simak berita seputar Bekasi di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Gobekasi.id WhatsApp Channel : https://whatsapp.com/channel/0029VarakafA2pLDBBYbP32t. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

(Syafira Y.M)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *