Kabupaten Bekasi – Di tengah meningkatnya perhatian terhadap isu perubahan iklim dan pemanasan global, PT Lippo Cikarang Tbk (LPCK), pengembang properti perkotaan dengan fasilitas berstandar internasional Lippo Cikarang Cosmopolis, terus memperkuat komitmennya dalam mendorong efisiensi energi dan pengendalian emisi di kawasan industri yang dikelolanya.
Upaya ini dilakukan sebagai bagian dari tanggung jawab perusahaan dalam mengurangi dampak lingkungan sekaligus memastikan operasional kawasan berjalan secara berkelanjutan.
LPCK menyadari bahwa penggunaan energi listrik dan bahan bakar minyak (BBM) yang masih didominasi sumber energi fosil berkontribusi terhadap emisi karbon.
Oleh karena itu, berbagai langkah strategis ditempuh untuk meningkatkan kesadaran perilaku ramah lingkungan serta mendorong penggunaan energi secara bijaksana dan efisien.
Deputy COO LPCK, Lukas Budi Setiawan, menyampaikan bahwa sebagai pengelola kawasan industri, Perseroan secara rutin melakukan monitoring lingkungan dengan melaksanakan pengujian kualitas udara ambien di area industri setiap enam bulan sekali.
Hasil pengujian tersebut dilaporkan secara berkala kepada Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bekasi dan Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Jawa Barat dalam bentuk Laporan RKL-RPL (Rencana Pengelolaan Lingkungan dan Rencana Pemantauan Lingkungan), yang merupakan dokumen wajib untuk memastikan pengelolaan dan pemantauan dampak lingkungan dilakukan secara terukur dan berkelanjutan.
Tidak hanya fokus pada internal operasional, Perseroan juga melakukan pemantauan rutin terhadap tenant industri, khususnya yang menggunakan batu bara sebagai sumber energi.
Pemantauan ini dilakukan untuk memastikan pengelolaan emisi berjalan sesuai Peraturan Kawasan dan regulasi pemerintah.
Apabila ditemukan ketidaksesuaian, LPCK secara aktif memberikan pemberitahuan dan mendorong perbaikan pengelolaan emisi.
Dalam rangka meningkatkan pemahaman dan kepatuhan tenant, Perseroan juga secara konsisten menyelenggarakan kegiatan sosialisasi pengendalian emisi.
Di sisi operasional, LPCK juga menerapkan berbagai langkah efisiensi energi. Dalam pengolahan air limbah, sistem aliran gravitasi dioptimalkan untuk meminimalkan penggunaan pompa listrik.
Sementara itu, pada pengolahan air bersih, Perseroan melakukan pengurangan intensitas proses backwash, pengoperasian instalasi di luar jam beban puncak, serta pemantauan konsumsi listrik secara rutin.
Sepanjang tahun 2024, LPCK telah merealisasikan sejumlah inisiatif konkret, antara lain penggantian sistem kontrol pada motor pompa, penggunaan lampu LED untuk Penerangan Jalan Umum (PJU) dan area perkantoran, serta penerapan kebijakan penghematan listrik dengan mematikan lampu dan peralatan elektronik saat tidak digunakan.
Efisiensi energi juga diterapkan melalui optimalisasi kendaraan operasional untuk menekan konsumsi BBM, penyediaan tandon air guna mengurangi ketergantungan pada pompa elektrik, penonaktifan sambungan listrik yang tidak lagi digunakan, serta penggantian lampu PJU konvensional menjadi LED yang lebih ramah lingkungan.
Melalui berbagai langkah tersebut, LPCK menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan efisiensi energi dan mendorong penggunaan energi yang lebih ramah lingkungan.
Ke depan, Perseroan akan terus memperkuat kolaborasi dengan tenant dan pemangku kepentingan lainnya guna menciptakan kawasan industri yang berdaya saing, bertanggung jawab, dan berkelanjutan.
Tentang Lippo Cikarang
LPCK telah menunjukkan reputasinya sebagai pengembang properti daerah perkotaan dengan fasilitas berstandar internasional Lippo Cikarang Cosmopolis. Lippo Cikarang berada di atas lahan kurang lebih seluas 3.250 hektar di kawasan industri terbesar di Asia Tenggara.
LPCK telah berhasil membangun lebih dari 20.400 rumah dan berpenduduk 71.923 jiwa. Di kawasan industri Lippo Cikarang terdapat sekitar 683.921 orang yang bekerja setiap hari di 1.576 fasilitas manufaktur.
LPCK merupakan entitas anak PT Lippo Karawaci Tbk (“LPKR”). LPKR adalah platform real estate dan layanan kesehatan terkemuka di Indonesia, yang hadir di 26 provinsi dan 56 kota di seluruh Indonesia dan memiliki total asset sebesar IDR 13.608 miliar per 31 Desember 2024.
LPKR didukung oleh pendapatan berulang yang solid dan didukung oleh persediaan lahan yang beragam. Bisnis LPKR terdiri dari pengembangan Real Estate, Layanan Kesehatan dan Gaya Hidup.
Ikuti Kami di GOOGLE NEWS
Simak berita seputar Bekasi di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Gobekasi.id WhatsApp Channel : https://whatsapp.com/channel/0029VarakafA2pLDBBYbP32t. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.
(Shyna S.V)













