Bekasi  

Dinkes Bekasi Imbau Warga Waspadai Penyakit Pascabanjir

Kabupaten Bekasi - Plt Bupati Bekasi Asep Surya Atmaja mengunjungi warga terdampak banjir di Desa Srimukti, Kecamatan Tambun Utara, Senin (19/1/2026). Foto : Ist
Plt Bupati Bekasi Asep Surya Atmaja mengunjungi warga terdampak banjir di Desa Srimukti, Kecamatan Tambun Utara, Senin (19/1/2026). Foto : Ist

Kabupaten Bekasi — Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bekasi meminta warga meningkatkan kewaspadaan terhadap penyakit yang kerap muncul setelah banjir.

Imbauan ini disampaikan menyusul genangan yang melanda sejumlah wilayah Kabupaten Bekasi pada pekan terakhir.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bekasi, dr. Arief Kurnia, mengatakan penyakit pascabanjir umumnya mulai muncul sekitar satu pekan setelah air surut.

Kondisi tersebut dipicu paparan air kotor, lumpur, dan material lain yang terbawa banjir.

“Penyakit yang sering dialami warga antara lain ISPA, batuk, pilek, demam, diare, gangguan kulit seperti dermatitis dan gatal-gatal, serta kelelahan,” ujar Arief, Selasa (27/1/2026).

Dinkes meminta masyarakat menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat sebagai langkah pencegahan. Seluruh puskesmas diminta membuka posko kesehatan di wilayah terdampak agar layanan medis lebih mudah dijangkau. Warga juga diminta segera memeriksakan diri ketika gejala mulai dirasakan.

Arief mengatakan keluhan yang paling banyak muncul pascabanjir adalah batuk, pilek, serta gangguan kulit akibat kontak dengan air banjir. Ia mengimbau warga menghindari berendam di air banjir serta menjaga kebersihan tubuh.

Terkait demam berdarah dengue, Arief menyebut belum ada laporan kasus yang menonjol.

“Biasanya DBD banyak di musim pancaroba. Saat ini masih musim hujan, jadi kemungkinan belum banyak kasus,” ucapnya. Meski demikian, Dinkes tetap meminta masyarakat menguras dan menutup tempat penampungan air agar nyamuk Aedes aegypti tidak berkembang biak.

Jika ditemukan kasus DBD di suatu wilayah, puskesmas akan melakukan fogging terbatas.

“Masyarakat diminta melaporkan ke puskesmas terdekat agar dapat ditangani,” kata Arief.

Memasuki musim penghujan, rumah sakit di wilayah Bekasi juga mencatat peningkatan pasien dengan keluhan ringan hingga sedang. Menurut Arief, situasi masih terkendali dan tidak ditemukan penyakit berbahaya. Persediaan obat di puskesmas dan Pustu disebut dalam kondisi aman.

Arief juga mengingatkan warga menjaga daya tahan tubuh dengan asupan makanan dan cairan yang cukup, terutama bagi warga korban banjir yang sedang menjalankan ibadah puasa.

Untuk situasi darurat, Dinas Kesehatan menyediakan layanan melalui Call Center 119 PSC dan Call Center 112 dengan menekan tombol 2 untuk kebutuhan evakuasi pasien, kecelakaan, maupun persalinan.

Ikuti Kami di GOOGLE NEWS

Simak berita seputar Bekasi di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Gobekasi.id WhatsApp Channel : https://whatsapp.com/channel/0029VarakafA2pLDBBYbP32t. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

(Adinda Fitria Yasmin)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *