Kabupaten Bekasi — Banjir yang merendam sejumlah wilayah di Kabupaten Bekasi sejak 18 Januari 2026 belum juga surut.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bekasi menilai pasang air laut atau banjir rob menjadi salah satu faktor utama yang menghambat surutnya genangan.
Kepala BPBD Kabupaten Bekasi Muchlis mengatakan, ada beberapa penyebab banjir bertahan lebih dari sepekan. Selain curah hujan yang masih tinggi dalam beberapa hari terakhir, debit air Kali Citarum juga terus meningkat.
“Ditambah banjir rob yang menyebabkan aliran air ke laut tidak bisa maksimal atau tertahan,” kata Muchlis, Jumat (30/1/2026).
Menurut Muchlis, kondisi rob membuat sistem aliran air dari sungai dan saluran pembuangan tidak bekerja optimal. Air yang seharusnya mengalir ke laut justru tertahan, sehingga memperpanjang genangan di kawasan permukiman.
Hingga saat ini, BPBD Kabupaten Bekasi memprioritaskan evakuasi warga terdampak banjir. Personel BPBD bersama unsur terkait terus melakukan penyelamatan dan pendistribusian bantuan ke lokasi terdampak.
BPBD juga telah berkoordinasi dengan Dinas Sosial, BPBD Jawa Barat, hingga Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) untuk pemenuhan logistik bagi pengungsi maupun petugas di lapangan.
Selain evakuasi, penanganan tanggul jebol menjadi perhatian utama. Muchlis mengatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Citarum untuk percepatan perbaikan tanggul yang rusak.
“Saat ini penanganan tanggul jebol sedang dilakukan bersama BBWS,” ujarnya.
Data BPBD Kabupaten Bekasi mencatat, banjir telah berdampak pada 24.109 jiwa atau 6.805 kepala keluarga. Sebanyak 16 kecamatan dan 49 desa terdampak, dengan 24 titik pengungsian telah disiapkan untuk menampung warga.
Banjir yang berkepanjangan ini kembali menyoroti kerentanan wilayah hilir Kabupaten Bekasi terhadap kombinasi hujan ekstrem, luapan sungai, dan pasang laut, yang hingga kini belum tertangani secara menyeluruh.
Ikuti Kami di GOOGLE NEWS
Simak berita seputar Bekasi di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Gobekasi.id WhatsApp Channel : https://whatsapp.com/channel/0029VarakafA2pLDBBYbP32t. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.
(Shyna S.V)












