Kota Bekasi – Wali Kota Bekasi Tri Adhianto menanggapi arahan Presiden RI Prabowo Subianto terkait penanganan sampah, yang disampaikan dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pemerintah Pusat dan Daerah 2026 di Sentul, Bogor, Senin (2/2/2026) kemarin.
Dalam Rakornas itu, Presiden Prabowo menekankan pentingnya langkah nyata dan berkelanjutan dalam mengatasi persoalan sampah nasional, termasuk melalui proyek gentengisasi sebagai bagian dari Gerakan Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik, dan Indah) yang bertujuan menciptakan lingkungan bersih, sehat, dan nyaman.
Tri menegaskan bahwa Pemkot Bekasi sejatinya sudah lebih dulu menjalankan berbagai langkah penanganan sampah secara bertahap dan berkelanjutan.
“Sebetulnya proses itu sudah kami lakukan secara bertahap. Setiap hari Rabu, anak-anak SD dan SMP kami ajak kerja bakti, baik di alun-alun maupun di hutan kota. Hanya memang kemarin sempat terhenti karena faktor cuaca,” kata Tri Selasa (3/2/2026).
Tri menjelaskan, keterlibatan pelajar dalam penanganan sampah menjadi salah satu strategi utama Pemkot Bekasi.
Menurutnya, edukasi lingkungan harus dimulai sejak usia dini agar membentuk pola pikir dan kebiasaan yang berkelanjutan.
Tak hanya sebatas kerja bakti, Pemkot Bekasi juga menyiapkan program pembelajaran berbasis alam terbuka, salah satunya melalui kegiatan berkemah di kawasan hutan kota.
“Ke depan, anak-anak juga akan kami latih untuk camping. Itu sudah kami persiapkan, termasuk fasilitas pendukung seperti toilet di hutan kota, sampai kafe-kafe yang ada di sana,” jelasnya.
Menurut Tri, pendekatan edukatif semacam ini menjadi cara efektif untuk menanamkan kesadaran bahwa persoalan sampah bukan sekadar urusan kebersihan, melainkan bagian dari tanggung jawab bersama.
“Itu menjadi proses pendidikan dan edukasi bagi anak-anak sekolah. Mereka harus bisa memandang sampah sebagai persoalan serius, karena hari ini memang dibutuhkan tindakan yang lebih revolusioner untuk menyikapi jumlah sampah yang terus bertambah,” ujarnya.
Tri juga menyoroti tingginya produksi sampah di Kota Bekasi seiring dengan pertumbuhan jumlah penduduk. Kondisi tersebut, kata dia, menuntut langkah nyata dan berkelanjutan dari pemerintah daerah.
“Jumlah penduduk Kota Bekasi terus meningkat, dan tentu produksi sampahnya juga sangat besar. Karena itu penanganannya tidak bisa setengah-setengah,” tuturnya.
Selain edukasi pelajar, Tri menyebut Pemkot Bekasi juga melakukan penataan wajah kota sebagai bagian dari strategi pengendalian sampah visual. Salah satunya melalui penertiban spanduk dan reklame liar yang dinilai mengganggu estetika kota.
“Kalau diperhatikan, sekarang di Jalan Ahmad Yani hampir tidak ada spanduk. Itu memang kami kendalikan betul,” ucap Tri.
Ia menegaskan, Satpol PP telah dibekali peralatan khusus untuk menertibkan reklame yang tidak berizin atau dalam kondisi rusak.
“Satpol sudah kami lengkapi alat. Jadi reklame yang izinnya tidak ada atau kondisinya rusak, harus kami tebas,” tegasnya.
Tri menilai pelibatan sekolah dalam pengelolaan sampah sangat efektif karena pendidikan karakter dan kepedulian lingkungan harus dimulai sejak dini.
“Saya kira ini sangat efektif, karena pendidikan itu memang harus dimulai sejak usia dini,” ujarnya.
Selain itu, Pemkot Bekasi juga menjalankan program sedekah sampah setiap hari Jumat serta mewajibkan setiap RW memiliki bank sampah sebagai bagian dari pengelolaan sampah berbasis masyarakat.
“Kami punya program sedekah sampah setiap Jumat, lalu setiap RW juga kami dorong wajib memiliki bank sampah. Ini bagian dari upaya agar masyarakat semakin cerdas dalam menilai dan mengelola sampah,” pungkasnya.
Ikuti Kami di GOOGLE NEWS
Simak berita seputar Bekasi di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Gobekasi.id WhatsApp Channel : https://whatsapp.com/channel/0029VarakafA2pLDBBYbP32t. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.
(Septian)












