Bekasi  

BNPB Tekankan Penanganan Terpadu Banjir di Kabupaten Bekasi

Kabupaten Bekasi - Deputi Bidang Sistem dan Strategi BNPB, Raditya Jati. Foto: Ist
Deputi Bidang Sistem dan Strategi BNPB, Raditya Jati. Foto: Ist

Kabupaten Bekasi – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menekankan penguatan penanganan bencana hidrometeorologi secara terpadu di Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, mulai dari respons darurat hingga mitigasi jangka panjang guna menekan risiko banjir yang kerap terjadi di wilayah tersebut.

Deputi Bidang Sistem dan Strategi BNPB, Raditya Jati, mengatakan Kabupaten Bekasi masuk dalam kategori wilayah dengan tingkat risiko banjir sangat tinggi berdasarkan peta risiko bencana nasional. Kondisi geografis wilayah yang berupa cekungan, sedimentasi sungai, penyempitan alur air, serta dinamika pemanfaatan ruang menjadi faktor utama terjadinya banjir berulang.

“Kondisi geografis berupa cekungan, sedimentasi sungai, penyempitan alur air, serta dinamika pemanfaatan ruang menjadi faktor yang mempengaruhi kejadian banjir secara berulang,” kata Raditya, dikutip Kamis (5/2/2026).

BNPB, kata Raditya, telah menyalurkan bantuan logistik secara bertahap sejak pertengahan Januari 2026. Bantuan tersebut meliputi kebutuhan pangan, air minum, perlengkapan darurat, hingga obat-obatan untuk mendukung penanganan bencana di Kabupaten Bekasi.

Selain penyaluran bantuan, BNPB juga melakukan pemantauan lapangan melalui pemetaan udara menggunakan drone untuk mengidentifikasi wilayah terdampak serta titik-titik kritis banjir. Upaya pengurangan risiko juga dilakukan melalui operasi modifikasi cuaca dengan total 168 sorti penerbangan guna menekan intensitas curah hujan di wilayah rawan banjir.

“Upaya-upaya ini merupakan bagian dari penanganan darurat untuk membantu masyarakat terdampak, namun tidak dapat dijadikan solusi jangka panjang,” ujar Raditya.

BNPB menegaskan, penanganan banjir perlu dilakukan secara menyeluruh melalui kebijakan jangka pendek, menengah, dan panjang. Evaluasi tata ruang, pengendalian pemanfaatan lahan, normalisasi sungai, perbaikan tanggul, serta penguatan sistem peringatan dini menjadi langkah strategis yang perlu diperkuat secara berkelanjutan.

Raditya juga mendorong peningkatan ketangguhan masyarakat dan desa rawan bencana, termasuk penguatan kelembagaan kebencanaan, optimalisasi peran relawan, serta pemanfaatan sumber pendanaan yang tersedia.

Sebagai tindak lanjut, BNPB akan terus melakukan pendampingan dan pemantauan secara berkala terhadap upaya penanganan bencana hidrometeorologi di Kabupaten Bekasi bersama pemerintah daerah setempat.

“Penanganan bencana hidrometeorologi harus dilakukan secara kolaboratif dan berkelanjutan. Pemerintah pusat siap mendukung, sementara penguatan kebijakan dan implementasi di daerah menjadi faktor kunci dalam mengurangi risiko bencana ke depan,” kata Raditya.

Ikuti Kami di GOOGLE NEWS

Simak berita seputar Bekasi di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Gobekasi.id WhatsApp Channel : https://whatsapp.com/channel/0029VarakafA2pLDBBYbP32t. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

(Shyna S.V)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *