Bekasi — Keberhasilan Timnas Futsal Indonesia menorehkan capaian bersejarah di Piala Asia Futsal 2026 berimbas pada meningkatnya perhatian klub-klub Eropa terhadap pemain Indonesia. Sejumlah talenta nasional kini masuk radar klub dari Spanyol hingga Portugal.
Ketua Umum Federasi Futsal Indonesia (FFI) Michael Victor Sianipar mengungkapkan ketertarikan tersebut disampaikan secara formal melalui Jose Tirado, penasihat kompetisi futsal Indonesia yang berasal dari Spanyol.
“Sepuluh klub kuat dari Spanyol, Portugal, Prancis dan lainnya sudah menghubungi saya untuk menanyakan potensi pemain asal Indonesia,” kata Michael, Selasa (10/2/2026).
Menurut Michael, komunikasi yang terjalin bukan sekadar penjajakan informal, melainkan bentuk keseriusan klub-klub Eropa memantau perkembangan futsal Indonesia pasca turnamen kontinental tersebut.
Israr Megantara Dapat Tawaran Konkret
Dari sejumlah nama yang dipantau, Israr Megantara menjadi pemain yang telah menerima tawaran konkret. Pemain kelahiran 30 Oktober 2004 asal Tambun Utara, Bekasi, itu dikabarkan segera bergabung dengan Burela FS, klub yang berkompetisi di Segunda División atau kasta kedua Liga Futsal Spanyol.
Jika proses transfer terealisasi, Israr akan menjadi salah satu pemain Indonesia yang berkarier di Eropa dalam beberapa tahun terakhir. Sebelumnya, Evan Soumilena lebih dulu membuka jalan dengan memperkuat ADCR Caxinas di Liga Futsal Portugal.
Langkah Israr dinilai sebagai indikasi meningkatnya kepercayaan klub Eropa terhadap kualitas teknis dan fisik pemain Indonesia, yang sebelumnya kerap dipandang sebelah mata dalam peta futsal global.
Tren Asia Tenggara di Liga Eropa
Ketertarikan terhadap pemain Asia Tenggara bukan fenomena tunggal. Dalam beberapa musim terakhir, sejumlah klub Eropa mulai melirik pasar Asia sebagai sumber talenta alternatif.
Nama Muhammad Osamanmusa dari Thailand menjadi contoh paling menonjol. Ia kini bermain di kasta tertinggi Liga Futsal Spanyol bersama Jimbee Cartagena dan tampil kompetitif di level elite Eropa.
Tren tersebut menunjukkan perubahan lanskap rekrutmen pemain futsal, di mana pasar nontradisional mulai mendapat ruang lebih luas. Bagi Indonesia, momentum ini dapat menjadi pintu masuk untuk memperluas eksposur internasional sekaligus meningkatkan standar kompetisi domestik.
Tantangan Adaptasi dan Konsistensi
Meski peluang terbuka, tantangan terbesar terletak pada adaptasi pemain terhadap ritme kompetisi Eropa yang lebih cepat dan disiplin taktis yang ketat.
Keberhasilan satu atau dua pemain belum tentu menjamin keberlanjutan arus ekspor talenta jika tidak diikuti pembinaan berjenjang di dalam negeri.
Federasi Futsal Indonesia kini berada di persimpangan penting: menjadikan momentum Piala Asia sebagai titik akselerasi sistem pembinaan, atau sekadar euforia sesaat.
Jika transfer Israr terealisasi dan pemain lain menyusul, 2026 berpotensi menjadi tahun penanda babak baru futsal Indonesia—dari sekadar peserta turnamen Asia menjadi pemasok talenta bagi liga-liga Eropa.
Ikuti Kami di GOOGLE NEWS
Simak berita seputar Bekasi di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Gobekasi.id WhatsApp Channel : https://whatsapp.com/channel/0029VarakafA2pLDBBYbP32t. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.












