Kabupaten Bekasi — Hujan deras yang mengguyur wilayah Kabupaten Bekasi dalam beberapa pekan terakhir mengakibatkan banjir merendam ribuan hektare lahan persawahan. Dinas Pertanian Kabupaten Bekasi mencatat sedikitnya 14 kecamatan dan 79 desa terdampak genangan air yang berlangsung selama beberapa hari.
Kepala Bidang Tanaman Pangan Dinas Pertanian Kabupaten Bekasi, Eem Embang Lesamanasari, mengatakan total luas pertanaman yang terdampak mencapai 8.693 hektare.
Pemerintah daerah telah mengusulkan bantuan benih kepada Direktorat Jenderal Tanaman Pangan melalui Pemerintah Provinsi Jawa Barat.
“Berdasarkan data yang sudah kami sampaikan, Kabupaten Bekasi diperkirakan akan menerima bantuan benih sebanyak 217 ton 325 kilogram,” ujar Eem, Jumat (13/2/2026).
Bantuan tersebut dialokasikan untuk kebutuhan tanam ulang dengan rata-rata 25 kilogram benih per hektare lahan terdampak.
Distribusi Bertahap Berbasis Data CPCL
Eem menegaskan penyaluran bantuan dilakukan secara tertib dan berbasis data Calon Petani dan Calon Lokasi (CPCL) yang telah diverifikasi. Sistem tersebut memastikan bantuan tepat sasaran dan tidak menimbulkan polemik di lapangan.
“Bantuan yang dikirim harus disampaikan sesuai dengan petani terdampak yang sudah masuk dalam data CPCL,” katanya.
Mekanisme distribusi dimulai dengan penerbitan surat perintah kepada penyedia benih. Selanjutnya, penyedia menyusun jadwal penyaluran secara bertahap ke 14 kecamatan terdampak.
“Biasanya penyedia kami berikan surat perintah, kemudian mereka menjadwalkan distribusi. Jadi tidak sekaligus, tapi bertahap sesuai kecamatan,” ujar Eem.
Dalam pelaksanaannya, penyedia benih berkoordinasi dengan Petugas Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT) dan Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL). Jadwal distribusi disampaikan kepada kelompok tani penerima agar proses serah terima berlangsung langsung di lokasi yang telah ditentukan.
Monitoring dan Transparansi
Dinas Pertanian juga melakukan monitoring untuk memastikan bantuan tepat sasaran dan menghindari potensi perebutan bantuan di lapangan.
“Data sudah by name, by address. Jadi tidak bisa ada yang tiba-tiba datang meminta benih kalau tidak terdaftar. Itu tidak sesuai prosedur,” tegas Eem.
Ia memastikan kelompok tani penerima telah tercantum secara rinci dalam data CPCL yang diverifikasi, sehingga penyaluran dilakukan secara transparan dan akuntabel.
Harapan Pemulihan Cepat
Eem berharap petani segera melakukan tanam ulang setelah bantuan diterima guna menjaga keberlanjutan produksi dan ketahanan pangan daerah.
“Semoga dengan adanya bantuan ini, dampak kerugian tidak berkepanjangan. Petani bisa segera tanam kembali dan hasilnya ke depan lebih baik,” ujarnya.
Ia menambahkan, sektor pertanian Kabupaten Bekasi diharapkan tetap tangguh menghadapi tantangan bencana.
“Harapan saya petani Bekasi tetap jaya dan makmur, tetap berkecukupan, serta terus menjadi penopang ketahanan pangan daerah,” katanya.
Ikuti Kami di GOOGLE NEWS
Simak berita seputar Bekasi di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Gobekasi.id WhatsApp Channel : https://whatsapp.com/channel/0029VarakafA2pLDBBYbP32t. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.
(Shyna S.V)












