Kota Bekasi — Rangkaian Tarawih Keliling (Tarling) Ramadan 1447 Hijriah yang dihadiri Wali Kota Bekasi Tri Adhianto bukan sekadar agenda ibadah rutin tahunan. Di balik saf salat dan tausiyah, terselip pesan kuat tentang solidaritas sosial warga Kota Bekasi.
Dalam kegiatan Tarling di Masjid Al Muhajirin, Bekasi Barat, Tri mengungkapkan bahwa penggalangan sodaqoh dan infaq masyarakat berhasil menghimpun dana sebesar Rp5,1 miliar. Dana tersebut diperuntukkan membantu warga di Sumatera Utara, Aceh, dan Padang.
“Ini bukti bahwa kepedulian warga Bekasi tidak hanya untuk lingkungannya sendiri, tetapi juga untuk saudara-saudara kita di daerah lain,” ujar Tri dalam sambutannya.
Rp600 Juta Sudah Disalurkan
Dari total Rp5,1 miliar yang terkumpul, sekitar Rp600 juta telah disalurkan. Sementara sisanya masih dalam tahap koordinasi lanjutan, termasuk pembahasan dengan Bupati Tamiang terkait realisasi pembangunan yang direncanakan.
Langkah ini menunjukkan bahwa bantuan tidak sekadar bersifat simbolis, tetapi diarahkan pada program pembangunan yang terukur.
Meski demikian, transparansi dan pelaporan penggunaan dana tetap menjadi hal krusial agar kepercayaan publik terhadap gerakan sosial semacam ini terus terjaga.
ASN Patungan Ganti Karpet Masjid Al Barkah
Solidaritas juga datang dari internal birokrasi. Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kota Bekasi turut berkontribusi dalam penggantian karpet Masjid Al Barkah.
Nilainya tidak kecil, mencapai Rp1,8 miliar.
Karpet baru tersebut diharapkan meningkatkan kenyamanan jamaah, khususnya selama Ramadan, ketika intensitas ibadah meningkat signifikan.
Kontribusi ASN ini sekaligus menjadi pesan bahwa aparatur pemerintah tidak hanya menjalankan fungsi administratif, tetapi juga ambil bagian dalam gerakan sosial keagamaan.
Tarling Bukan Sekadar Seremonial
Tarling selama ini kerap dipandang sebagai agenda seremonial kepala daerah. Namun dalam momentum Ramadan 1447 H, kegiatan tersebut menjadi ruang konsolidasi sosial.
Pemkot Bekasi mencoba menegaskan bahwa kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat bukan sekadar jargon, melainkan praktik nyata dalam bentuk penggalangan dana kemanusiaan lintas daerah, dukungan fasilitas rumah ibadah, penguatan silaturahmi antarwarga.
Di tengah tantangan sosial dan ekonomi perkotaan, pendekatan berbasis solidaritas menjadi salah satu instrumen menjaga kohesi sosial.
Bekasi dan Spirit Berbagi
Kota Bekasi dikenal sebagai kota penyangga dengan mobilitas dan heterogenitas tinggi. Dalam kondisi demikian, menjaga kepedulian sosial bukan perkara mudah.
Namun Ramadan selalu menjadi momentum yang mempertemukan dimensi spiritual dan sosial.
Lewat Tarling, pesan yang ingin ditegaskan adalah bahwa pembangunan kota tidak hanya soal infrastruktur dan investasi, tetapi juga soal empati dan keberpihakan pada sesama.
Kini, publik tentu menantikan kelanjutan realisasi bantuan Rp5,1 miliar tersebut — agar semangat berbagi tidak berhenti pada angka, melainkan benar-benar terwujud dalam manfaat nyata bagi penerimanya.
Ikuti Kami di GOOGLE NEWS
Simak berita seputar Bekasi di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Gobekasi.id WhatsApp Channel : https://whatsapp.com/channel/0029VarakafA2pLDBBYbP32t. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.












