Bekasi  

Jasa Marga Targetkan Jalan Tol Mulus Total 14 Maret: 9 Ribu Material Penambal & Tim Anti-Genangan Disiagakan

Bekasi - Perbaikan ruas Jalan Tol oleh Jasa Marga menjelang Arus Mudik 2026. Foto: Ist/Gobekasi.id.
Perbaikan ruas Jalan Tol oleh Jasa Marga menjelang Arus Mudik 2026. Foto: Ist/Gobekasi.id.

Bekasi – Menjelang arus mudik Lebaran 1447 H, PT Jasa Marga (Persero) Tbk tengah berpacu dengan waktu. Perusahaan pengelola jalan tol terbesar di Indonesia ini memasang target ambisius: seluruh perbaikan lubang dan kerusakan permukaan jalan di ruas tol Jasa Marga Group harus tuntas seratus persen pada 14 Maret 2026.

Langkah ini diambil menyusul curah hujan tinggi yang mengguyur wilayah Bekasi dan sekitarnya belakangan ini, yang diperparah dengan hantaman kendaraan Over Dimension Over Loading (ODOL) yang membuat aspal jalan cepat “babak belur”.

Perbaikan Masif: SFO hingga Normalisasi Drainase

Direktur Utama Jasa Marga, Rivan A. Purwantono, menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan pemakai jalan akibat pekerjaan preservasi yang sedang berlangsung secara masif. Ia menegaskan, perbaikan ini bersifat krusial demi memenuhi Standar Pelayanan Minimal (SPM) sebelum lonjakan kendaraan pemudik tiba.

Secara teknis, tim di lapangan melakukan tindakan berlapis:

  • Scraping, Filling, & Overlay (SFO): Pengelupasan dan pelapisan ulang aspal untuk memulihkan tekstur jalan.

  • Patching Permanen: Penambalan lubang secara cepat dan kuat pada titik-titik krusial.

  • Normalisasi Drainase: Pembersihan saluran air di sisi tol guna mencegah genangan air yang menjadi musuh utama konstruksi jalan.

Pasukan Khusus Mudik: 67 Tim Jembatan & 209 Pompa

Tidak tanggung-tanggung, Jasa Marga mengerahkan “pasukan” dalam jumlah besar untuk memastikan kesiapan infrastruktur. Kekuatan armada yang disiagakan meliputi:

  • 67 Tim Khusus: Fokus pada perkerasan jalan dan keandalan jembatan.

  • 222 Tim Rumija: Bertugas menjaga kebersihan ruang milik jalan dan drainase.

  • 9.300 Zak Material Coldmix: Stok material penambal cepat untuk penanganan darurat di lapangan.

  • 209 Unit Pompa & 14 Titik EWS: Sistem peringatan dini (Early Warning System) dan pompa penyedot untuk mengantisipasi genangan air akibat cuaca ekstrem.

“Kami berkomitmen melakukan percepatan preservasi sehingga keamanan dan keselamatan pengguna jalan tetap terjaga, terutama dalam menghadapi lonjakan volume lalu lintas,” ujar Rivan, Kamis (12/03).

Kerja Malam Hari demi Hindari Macet

Menyadari posisi Bekasi sebagai titik temu arus kendaraan dari arah Jakarta, Jasa Marga mengatur jadwal perbaikan secara ketat. Mayoritas pekerjaan dilakukan pada malam hingga dini hari dengan hanya menutup satu lajur. Hal ini dilakukan agar mobilitas warga Bekasi yang masih beraktivitas rutin tidak terganggu sepenuhnya.

Selain aspal, perbaikan juga menyasar elemen pendukung seperti pengecatan ulang marka jalan agar lebih terlihat saat malam hari, perbaikan pagar pengaman (guardrail), serta pemeliharaan lampu Penerangan Jalan Umum (PJU).

Ikuti Kami di GOOGLE NEWS

Simak berita seputar Bekasi di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Gobekasi.id WhatsApp Channel : https://whatsapp.com/channel/0029VarakafA2pLDBBYbP32t. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *