Site icon Go Bekasi

Fenomena Kali Bekasi Surut, Warga Manfaatkan untuk Berburu Ikan

Bekasi - Kali Bekasi alami kesurutan dan dimanfaatkan warga mencari ikan. Foto: Septian/Gobekasi.id.

Kali Bekasi alami kesurutan dan dimanfaatkan warga mencari ikan. Foto: Septian/Gobekasi.id.

Bekasi – Debit air Kali Bekasi yang terus menyusut selama musim kemarau dimanfaatkan warga untuk berburu ikan.

Kondisi sungai yang surut membuat sebagian dasar kali terlihat, sehingga warga turun langsung menyusuri aliran sungai sambil menebar jala.

Pemandangan itu terlihat di kawasan Jalan Mayor Madmuin Hasibuan, Kelurahan Margahayu, Kecamatan Bekasi Timur, Senin (20/7/2026).

Sejumlah warga tampak memanfaatkan surutnya air untuk mencari ikan mujair yang masih bertahan hidup di sela-sela bebatuan sungai.

Salah seorang pencari ikan, Santoso, mengatakan kondisi air Kali Bekasi mulai surut sejak sekitar tiga pekan terakhir. Menurutnya, debit air yang terus menurun justru memudahkan warga mendapatkan ikan.

“Sudah sekitar tiga minggu kering seperti ini. Kondisi kali yang surut membuat warga ramai mencari ikan,” ujar Santoso.

Ia menjelaskan, warga tidak menggunakan alat pancing. Mereka berjalan kaki menyusuri dasar sungai sambil melempar jala ke titik-titik yang diperkirakan menjadi tempat berkumpulnya ikan.

“Kami tidak mancing. Carinya pakai jala, jalan kaki menyusuri sungai, lalu dilempar ke lokasi yang ada ikannya,” katanya.

Santoso menuturkan, saat air surut ikan lebih mudah ditemukan karena banyak bersembunyi di sela-sela batu yang sebelumnya terendam air.

“Karena airnya surut, ikan juga bisa didapat di sela batu,” ucapnya.

Meski menemukan sejumlah ikan mati, terutama jenis sapu-sapu, Santoso menyebut ikan mujair masih cukup banyak ditemukan.

“Meskipun ada beberapa ikan yang mati seperti sapu-sapu, tapi kalau mujair masih banyak,” katanya.

Hasil tangkapan tersebut dimanfaatkan untuk kebutuhan sehari-hari. Sebagian dikonsumsi sendiri, sementara sisanya dijual kepada warga sekitar.

“Kalau dapat banyak ya dijual, kalau sedikit kami makan sendiri,” ujarnya.

Santoso menduga penyusutan debit Kali Bekasi terjadi akibat minimnya curah hujan, baik di wilayah Bekasi maupun di daerah hulu sungai di Bogor.

“Ini memang surut karena sudah lama tidak hujan. Mungkin di Bogor sebagai hulunya juga tidak turun hujan,” katanya.

Ikuti Kami di GOOGLE NEWS

Simak berita seputar Bekasi di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Gobekasi.id WhatsApp Channel : https://whatsapp.com/channel/0029VarakafA2pLDBBYbP32t. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Exit mobile version