Site icon Go Bekasi

Skandal Hapus Paraf Pakai Tip-Ex hingga Isu Pemotongan Hak Pegawai, Dirum Tirta Bhagasasi Di-Mosi Tidak Percaya Pegawai

Bekasi - Bentangan spanduk Mosi Tidak Percaya Terhadap Dirum Perumda Tirta Patriot yang dibubuhkan tandatangan pegawai, Selasa (21/7/2026). Foto: Ist/Gobekasi.id.

Bentangan spanduk Mosi Tidak Percaya Terhadap Dirum Perumda Tirta Patriot yang dibubuhkan tandatangan pegawai, Selasa (21/7/2026). Foto: Ist/Gobekasi.id.

Bekasi — Gejolak internal mengguncang BUMD milik Pemkab Bekasi. Para pegawai Perumda Tirta Bhagasasi secara kompak membubuhkan tanda tangan dalam bentangan spanduk mosi tidak percaya terhadap sang Direktur Umum (Dirum), Daud Husni.

Spanduk berwarna merah bertuliskan “Mosi Tidak Percaya Atas Kepemimpinan Bapak Daud Husni, S.HI Selaku Direktur Umum Perumda Tirta Bhagasasi” terbentang lebar di halaman kantor pusat perusahaan di Cikarang pada Selasa pagi, 21 Juli 2026.

Merespons gejolak internal tersebut, Plt. Bupati Bekasi Asep Surya Atmaja yang bertindak selaku Kuasa Pemilik Modal (KPM) memastikan bakal melakukan evaluasi menyeluruh terhadap posisi Daud Husni.

“Saya akan melakukan evaluasi kepada yang bersangkutan dengan berpedoman pada hasil kajian yang sedang disusun Dewan Pengawas (Dewas),” kata Asep, Selasa (21/7/2026).

Skandal Tip-Ex Dokumen Aset hingga Isu Pemotongan Hak Pegawai

Aksi mosi tidak percaya ini bukan tanpa alasan. Para pegawai merinci deretan dosa kepemimpinan dan persoalan komunikasi yang dinilai merusak iklim kerja perusahaan.

Salah satu insiden paling menonjol yang memicu kemarahan pegawai adalah dugaan pelecehan prosedur tata kelola administrasi (Good Corporate Governance) saat penyerahan aset wilayah layanan Cabang Bekasi Kota dan Cabang Pondok Ungu kepada Pemkot Bekasi.

Berikut poin-poin krusial yang mendasari mosi tidak percaya pegawai:

Dirum diduga sengaja menghapus (Tip-Ex) parafnya sendiri pada dokumen BAST resmi pengalihan aset. Tindakan ini dinilai membahayakan legalitas kesepakatan yang dibangun dua pemerintah daerah serta mencederai kredibilitas perusahaan.

Gaya kepemimpinan yang minim dialog dan transparansi dinilai merusak iklim kerja dan memicu keresahan psikologis para pegawai.

Adanya kebijakan memangkas hak-hak pegawai tanpa penjelasan memadai.

Adanya kejanggalan dalam relasi hubungan kerja dengan salah satu mitra vendor perusahaan yang dinilai perlu diperiksa ulang oleh pihak berwenang.

Oleh karena itu, solidaritas pegawai mendesak Plt. Bupati Bekasi dan Dewas untuk membentuk tim pemeriksa independen guna mengusut pelanggaran ini, sekaligus memfasilitasi audiensi terbuka.

Manajemen Pastikan Distribusi Air Tetap Aman

Di sisi lain, manajemen melalui Humas Perumda Tirta Bhagasasi menyatakan menghormati aksi pembentangan spanduk tersebut sebagai bagian dari dinamika serta kebebasan berpendapat karyawan yang akan disikapi secara proporsional.

Pihak manajemen menggaransi bahwa gejolak politik internal kantor pusat ini sama sekali tidak melumpuhkan atau mengganggu operasional distribusi air bersih ke rumah-rumah pelanggan.

“Seluruh layanan kepada pelanggan, baik pelayanan administrasi maupun distribusi air bersih, tetap berjalan normal sebagaimana mestinya,” tulis rilis resmi manajemen seraya mengimbau seluruh karyawan untuk tetap menjaga kondusivitas di lapangan.

Ikuti Kami di GOOGLE NEWS

Simak berita seputar Bekasi di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Gobekasi.id WhatsApp Channel : https://whatsapp.com/channel/0029VarakafA2pLDBBYbP32t. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Exit mobile version