Bekasi — Pemerintah Kabupaten Bekasi terus memutar otak untuk mengamankan ribuan hektare lahan pertanian warga dari ancaman kekeringan akibat kemarau panjang.
Meski telah memasukkan adopsi teknologi irigasi sumur satelit dalam peta jalan jangka panjang tahun 2027, pemkab kini memprioritaskan langkah penanganan cepat melalui normalisasi dan penataan bantaran sungai utama di wilayah rawan.
Plt Bupati Bekasi, Asep Surya Atmaja, menegaskan bahwa pengerukan endapan lumpur (sedimentasi) dan pembersihan alur sungai difokuskan untuk menjamin pasokan air dapat terus mengalir ke petak-petak sawah yang kritis.
“Alasan saya menormalisasi sungai-sungai di daerah Sukatani adalah, karena wilayah Sukatani, Tambelang dan sekitarnya memiliki sekitar 1.000 hektar sawah yang sangat membutuhkan air. Setiap kali kemarau tiba, lahan tersebut pasti mengalami kekeringan,” tutur Asep Surya Atmaja, Rabu (22/7/2026).
Langkah normalisasi sungai di zona utara Kabupaten Bekasi ini dipandang sebagai solusi paling realistis untuk mengatasi krisis air dalam jangka pendek. Pendangkalan sungai-sungai utama selama ini menjadi penyumbang utama tersumbatnya distribusi air irigasi teknis dari hulu ke hilir.
Guna melengkapi upaya percepatan ini, Pemkab Bekasi juga terus berkoordinasi dengan instansi terkait untuk menyiagakan pompa air darurat (pompanisasi) di sepanjang alur sungai yang telah dinormalisasi.
Sementara itu, untuk penanganan permanen di masa mendatang, Pemkab Bekasi telah merancang skema adopsi teknologi irigasi sumur satelit yang ditargetkan mulai terealisasi pada tahun 2027.
Teknologi ini diharapkan mampu menjadi cadangan pasokan air secara mandiri saat aliran sungai hulu tak lagi mampu menopang kebutuhan ribuan hektare lahan pertanian di Kabupaten Bekasi.
Ikuti Kami di GOOGLE NEWS
Simak berita seputar Bekasi di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Gobekasi.id WhatsApp Channel : https://whatsapp.com/channel/0029VarakafA2pLDBBYbP32t. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

