Bekasi — Pemerintah Kabupaten Bekasi mengakui bahwa program pelatihan kerja dan pendidikan vokasi yang berjalan selama ini belum sepenuhnya efektif menekan angka pengangguran.
Ketidakselarasan (mismatch) antara materi pelatihan yang diberikan dengan kualifikasi tenaga kerja yang dibutuhkan industri disinyalir menjadi biang kerok masih tingginya angka pengangguran di kawasan manufaktur terbesar se-Asia Tenggara tersebut.
Pengakuan jujur itu disampaikan Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Bekasi, Asep Surya Atmaja, usai menghadiri High Level Meeting (HLM) Lintas Kementerian yang digelar Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jawa Barat.
“Kabupaten Bekasi masih memiliki angka pengangguran sekitar delapan persen. Karena itu, kita membutuhkan penguatan Balai Latihan Kerja (BLK) dan pendidikan vokasi yang benar-benar sesuai dengan kebutuhan industri,” ujar Asep Surya Atmaja, Jumat (24/7/2026).
Asep menjelaskan, keberadaan ribuan pabrik skala besar dan multinasional di Kabupaten Bekasi seharusnya menjadi modal utama dalam menyerap ribuan tenaga kerja lokal (TKL). Namun, potensi besar tersebut kerap mentok karena kompetensi lulusan pelatihan Pemkab Bekasi belum menjawab ekspektasi kualifikasi perusahaan.
“Kalau kita memberikan pelatihan, tetapi yang diajarkan tidak sesuai dengan kebutuhan perusahaan, tentu hasilnya tidak optimal. Karena itu yang harus dilakukan adalah menyelaraskan kebutuhan industri dengan materi pelatihan,” kata Asep.
Guna mengatasi persoalan fundamental ini, Pemkab Bekasi mengambil langkah konkret dengan merancang pemetaan kebutuhan tenaga kerja (skills mapping) secara berkala. Asep menegaskan akan segera mengumpulkan pimpinan dari 11 pengelola kawasan industri utama di Kabupaten Bekasi untuk merumuskan ulang kurikulum pelatihan.
“Saya akan mengundang sebelas kawasan industri untuk duduk bersama. Kita ingin mengetahui secara rinci tenaga kerja seperti apa yang dibutuhkan perusahaan. Setelah itu baru kita siapkan melalui program vokasi dan pelatihan kerja,” tegas Asep.
Tak hanya di tingkat daerah, Asep mengaku telah menyampaikan usulan langsung kepada Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) agar pemerintah pusat mengucurkan dukungan anggaran serta modernisasi sarana prasarana vokasi di Bekasi.
Langkah sinergis link and match ini diharapkan mampu memangkas jurang kesenjangan keterampilan, sehingga keberadaan raksasa industri di Kabupaten Bekasi benar-benar memberikan dampak langsung terhadap penurunan angka pengangguran warga lokal.
Ikuti Kami di GOOGLE NEWS
Simak berita seputar Bekasi di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Gobekasi.id WhatsApp Channel : https://whatsapp.com/channel/0029VarakafA2pLDBBYbP32t. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

