Site icon Go Bekasi

Air Perumda Tirta Patriot Tak Layak Pakai, Warga Bekasi Utara Terpaksa Beli Air Isi Ulang

Bekasi - Warga Bekasi Utara harus membeli air galon untuk kebutuhan mandi lantaran suplai air Perumda Tirta Patriot yang tak layak pakai, Rabu (29/7/2026). Foto: Septian/Gobekasi.id.

Warga Bekasi Utara harus membeli air galon untuk kebutuhan mandi lantaran suplai air Perumda Tirta Patriot yang tak layak pakai, Rabu (29/7/2026). Foto: Septian/Gobekasi.id.

Bekasi – Warga Bekasi Utara kembali mengeluhkan kualitas air Perumda Tirta Patriot yang dinilai belum layak digunakan untuk kebutuhan sehari-hari.

Meski sempat membaik setelah ramai diperbincangkan di media sosial, air yang mengalir ke rumah warga masih berwarna kuning sehingga mereka terpaksa membeli air isi ulang untuk memasak hingga memandikan bayi.

Salah seorang warga, Aulia, mengatakan kondisi terparah terjadi pada 28 Juli lalu. Saat itu air yang keluar dari keran berwarna cokelat pekat, berbau, dan menyerupai air sungai.

“Kalau kemarin tanggal 28 itu parah, airnya cokelat seperti ambil dari kali dan berbau. Sekarang memang sudah membaik, tapi masih kuning,” ujarnya, Rabu (29/7/2026).

Menurut Aulia, kualitas air tersebut belum layak digunakan untuk memasak maupun memenuhi kebutuhan bayi berusia empat bulan yang dimilikinya. Bahkan, saat digunakan untuk menyikat gigi, air masih meninggalkan sensasi seperti pasir di mulut.

“Untuk masak tidak layak. Kalau dipakai sikat gigi masih terasa seperti ada pasir,” katanya.

Akibat kondisi itu, Aulia harus membeli air isi ulang setiap hari. Air tersebut digunakan untuk memasak serta memandikan bayinya agar terhindar dari risiko gangguan kesehatan.

Dalam sehari, ia mengaku menghabiskan empat galon air isi ulang seharga Rp7.000 per galon atau sekitar Rp28.000 per hari.

“Kalau untuk masak dan mandi bayi pasti pakai air isi ulang. Pengeluaran jadi bertambah,” ucapnya.

Ironisnya, di tengah kualitas air yang dikeluhkan, tagihan air PAM tetap harus dibayarkan setiap bulan.

“Kami tetap bayar tagihan PAM, tidak pernah telat, meskipun kondisi air seperti ini,” ujarnya.

Aulia menuturkan, persoalan air keruh bukan kali pertama terjadi. Menurutnya, gangguan serupa sudah berulang kali dialami warga di berbagai wilayah Bekasi Utara, termasuk kawasan Bulak Perwira.

“Sudah sering sekali terjadi. Bukan cuma sekali dua kali. Hampir seluruh Bekasi Utara merasakan hal yang sama,” katanya.

Selama gangguan berlangsung, warga juga mengaku belum menerima bantuan air bersih dari pemerintah daerah. Mereka berharap Perumda Tirta Patriot segera menuntaskan persoalan tersebut agar kualitas air kembali normal dan tidak terus berulang.

Menurut Aulia, pihak Perumda Tirta Patriot telah menghubunginya setelah keluhan viral di media sosial. Petugas meminta alamat rumah untuk melakukan pengecekan dan menyampaikan bahwa gangguan terjadi karena proses perbaikan jaringan.

Meski begitu, hingga kini kualitas air dinilai belum sepenuhnya pulih. Selain masih berwarna kuning, air juga membuat kulit terasa gatal setelah digunakan untuk mandi.

“Kalau untuk anak-anak saya tidak menyarankan. Saya sendiri setelah mandi masih merasa gatal dan airnya tidak segar,” pungkasnya.

Ikuti Kami di GOOGLE NEWS

Simak berita seputar Bekasi di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Gobekasi.id WhatsApp Channel : https://whatsapp.com/channel/0029VarakafA2pLDBBYbP32t. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Exit mobile version