Site icon Go Bekasi

Truk Terguling di Kedungwaringin Bekasi, 11 Perjalanan Kereta Api Sempat Tertahan

Bekasi - Sebuah truk terguling dan menutup salah satu badan jalur rel di perlintasan sebidang JPL 130, Jalan Raya Bojongsari, Kecamatan Kedungwaringin, Kabupaten Bekasi, Kamis (6/8/2026). Foto: Ist/Gobekasi.id.

Sebuah truk terguling dan menutup salah satu badan jalur rel di perlintasan sebidang JPL 130, Jalan Raya Bojongsari, Kecamatan Kedungwaringin, Kabupaten Bekasi, Kamis (6/8/2026). Foto: Ist/Gobekasi.id.

Bekasi — Jalur kereta api di perlintasan sebidang JPL 130, Jalan Raya Bojongsari, Kecamatan Kedungwaringin, Kabupaten Bekasi, sempat lumpuh total pada Kamis (6/8/2026) siang. Kejadian ini terhitung sekitar pukul 11.15 WIB.

Kepanikan melanda warga sekitar akibat sebuah truk terguling di perlintasan. Akibatnya, badan kendaraan tersebut menutupi salah satu rel kereta api. Dugaan awal menunjukkan bahwa truk mengalami masalah teknis saat melintas. Namun demikian, pihak kepolisian masih menyelidiki penyebab pasti kecelakaan tersebut.

Merespons kejadian darurat ini, PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daop 1 Jakarta bergerak cepat. Tim operasional serta Regu Jalan Rel dan Jembatan (JJ) langsung diterjunkan ke lokasi. Selain itu, pihak KAI berkoordinasi erat dengan kepolisian untuk menyingkirkan badan truk beserta muatannya.

Manager Humas KAI Daop 1 Jakarta, Franoto Wibowo, mengonfirmasi keberhasilan penanganan evakuasi tersebut.

“Berkat koordinasi yang baik, jalur yang sempat terhalang berhasil kembali dilalui kereta api pada pukul 12.18 WIB,” ujar Franoto dalam keterangan tertulisnya. Dengan kata lain, proses penormalan rel membutuhkan waktu sekitar 63 menit sejak kejadian dilaporkan.

Sementara itu, insiden ini berdampak cukup signifikan terhadap perjalanan kereta api. Secara keseluruhan, sebanyak 11 perjalanan KA mengalami keterlambatan. Akumulasi penundaan jadwal bahkan mencapai 291 menit.

Beberapa kereta api yang terdampak antara lain:

Atas kejadian ini, pihak KAI menyampaikan permohonan maaf sebesar-besarnya kepada seluruh penumpang. Oleh karena itu, KAI terus melakukan pengaturan operasional agar jadwal perjalanan dapat kembali normal.

Selanjutnya, Franoto menegaskan pentingnya kewaspadaan di area perlintasan sebidang.

“Perlintasan sebidang merupakan titik temu lalu lintas. Setiap pengguna jalan wajib mematuhi rambu, tidak memaksakan melintas, dan mengutamakan perjalanan kereta api,” tegasnya.

Ikuti Kami di GOOGLE NEWS

Simak berita seputar Bekasi di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Gobekasi.id WhatsApp Channel : https://whatsapp.com/channel/0029VarakafA2pLDBBYbP32t. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Exit mobile version