Bekasi — Memasuki 100 hari tragedi kecelakaan maut KA Argo Bromo dengan KRL di Bekasi Timur, persoalan santunan bagi keluarga korban belum sepenuhnya tuntas. Sebab, Paguyuban Keluarga Korban Bekasi Timur mencatat baru empat keluarga yang menerima santunan, sementara 12 korban lainnya masih harus menunggu.
Perwakilan Paguyuban Keluarga Korban Bekasi Timur, Anggi Alhakim, menyebut pencairan berjalan lambat meskipun pihak keluarga sudah berulang kali menagih kepastian.
“Hingga hari ini memang belum terealisasi. Yang belum tersantun masih ada 12 korban, yang baru disantun baru empat,” kata Anggi usai doa bersama, Jumat (7/8/2026).
Menagih Janji Hingga ke Gedung Sate
Demi menuntut kejelasan hak para korban, pihak keluarga bahkan sempat mendatangi Gedung Sate hingga kediaman pejabat tinggi di Jawa Barat. Hasilnya, kepastian baru mereka terima awal pekan ini bahwa proses pencairan akan kembali dilanjutkan.
“Kami sudah ke Gedung Sate dua kali, juga ke kediaman beliau. Baru Senin kemarin kami mendapat informasi akan ada proses lebih lanjut,” ujarnya.
Oleh karena itu, Anggi menyampaikan apresiasinya atas itikad baik Pemprov Jawa Barat yang mulai menindaklanjuti tuntutan tersebut. Namun demikian, ia mendesak agar proses ini diselesaikan secara menyeluruh tanpa ditunda lagi.
Desak Transparansi Penegakan Hukum
Selain masalah santunan, pihak paguyuban menuntut seluruh instansi terkait untuk bekerja secara transparan dan profesional. Di samping itu, mereka mendesak penyelesaian investigasi serta penegakan hukum yang tegas. Dengan demikian, tragedi yang merenggut belasan nyawa tersebut tidak berlalu begitu saja tanpa ada kepastian hukum bagi keluarga korban.
Ikuti Kami di GOOGLE NEWS
Simak berita seputar Bekasi di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Gobekasi.id WhatsApp Channel : https://whatsapp.com/channel/0029VarakafA2pLDBBYbP32t. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

