Site icon Go Bekasi

100 Hari Tragedi Maut Kereta Bekasi Timur: Santunan 12 Korban Belum Cair, Keluarga Tagih Kepastian

Bekasi - Keluarga korban tragedi Kecelakaan Kereta Argo Bromo dan KRL menabur bunga di Stasiun Bekasi Timur usai menjalankan pengajian dan doa bersama setelah 100 hari berkabung. Aksi ini sekaligus menagih realisasi janji santunan yang belum diterima 12 keluarga korban, Jumat (7/8/2026). Foto: Septian/Gobekasi.id.

Keluarga korban tragedi Kecelakaan Kereta Argo Bromo dan KRL menabur bunga di Stasiun Bekasi Timur usai menjalankan pengajian dan doa bersama setelah 100 hari berkabung. Aksi ini sekaligus menagih realisasi janji santunan yang belum diterima 12 keluarga korban, Jumat (7/8/2026). Foto: Septian/Gobekasi.id.

Bekasi — Memasuki 100 hari tragedi kecelakaan maut KA Argo Bromo dengan KRL di Bekasi Timur, persoalan santunan bagi keluarga korban belum sepenuhnya tuntas. Sebab, Paguyuban Keluarga Korban Bekasi Timur mencatat baru empat keluarga yang menerima santunan, sementara 12 korban lainnya masih harus menunggu.

Perwakilan Paguyuban Keluarga Korban Bekasi Timur, Anggi Alhakim, menyebut pencairan berjalan lambat meskipun pihak keluarga sudah berulang kali menagih kepastian.

“Hingga hari ini memang belum terealisasi. Yang belum tersantun masih ada 12 korban, yang baru disantun baru empat,” kata Anggi usai doa bersama, Jumat (7/8/2026).

Menagih Janji Hingga ke Gedung Sate

Demi menuntut kejelasan hak para korban, pihak keluarga bahkan sempat mendatangi Gedung Sate hingga kediaman pejabat tinggi di Jawa Barat. Hasilnya, kepastian baru mereka terima awal pekan ini bahwa proses pencairan akan kembali dilanjutkan.

“Kami sudah ke Gedung Sate dua kali, juga ke kediaman beliau. Baru Senin kemarin kami mendapat informasi akan ada proses lebih lanjut,” ujarnya.

Oleh karena itu, Anggi menyampaikan apresiasinya atas itikad baik Pemprov Jawa Barat yang mulai menindaklanjuti tuntutan tersebut. Namun demikian, ia mendesak agar proses ini diselesaikan secara menyeluruh tanpa ditunda lagi.

Desak Transparansi Penegakan Hukum

Selain masalah santunan, pihak paguyuban menuntut seluruh instansi terkait untuk bekerja secara transparan dan profesional. Di samping itu, mereka mendesak penyelesaian investigasi serta penegakan hukum yang tegas. Dengan demikian, tragedi yang merenggut belasan nyawa tersebut tidak berlalu begitu saja tanpa ada kepastian hukum bagi keluarga korban.

Ikuti Kami di GOOGLE NEWS

Simak berita seputar Bekasi di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Gobekasi.id WhatsApp Channel : https://whatsapp.com/channel/0029VarakafA2pLDBBYbP32t. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Exit mobile version