Bekasi — Pembangunan Jembatan Besi di dekat KCM Wisma Asri, Bekasi Utara, yang tak kunjung terealisasi mendapat sorotan tajam dari Anggota Komisi I DPRD Kota Bekasi, Muhammad Kamil.
Oleh karena itu, ia menilai pengerjaan proyek infrastruktur vital ini kerap mengalami hambatan. Pasalnya, lokasi jembatan berada di perbatasan dan menyangkut kepentingan dua wilayah administratif sekaligus, yaitu Kota Bekasi dan Kabupaten Bekasi.
Selanjutnya, Muhammad Kamil mengungkapkan bahwa wilayah perbatasan kerap kurang mendapat perhatian utama dari pemerintah. Padahal, pembangunan tersebut memberikan dampak sangat besar terhadap mobilitas warga harian.
“Jembatan KCM itu menyangkut Kota Bekasi dan Kabupaten Bekasi. Biasanya wilayah perbatasan ini jarang menjadi prioritas, padahal dampaknya besar terhadap lalu lintas dan kemacetan,” ujar Kamil, Jumat (7/8/2026).
Sementara itu, warga setempat sudah lama mengeluhkan kemacetan di perlintasan Jembatan Besi KCM Wisma Asri. Jalur ini merupakan akses penghubung utama ke Kabupaten Bekasi yang selalu padat merayap, terutama pada jam sibuk pagi dan sore hari.
Bahkan, terbatasnya akses memaksa para pengendara memutar jalan cukup jauh. Akibatnya, kondisi ini memicu penumpukan kendaraan yang kian parah di sekitar lokasi.
Oleh sebab itu, mengingat anggaran pembangunan jembatan memperkirakan biaya hingga puluhan miliar rupiah, Kamil mendesak perlunya alokasi dana bantuan dari tingkat pemerintah yang lebih tinggi.
Dengan demikian, dukungan dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat maupun pemerintah pusat menjadi kunci krusial agar kemacetan menahun di Bekasi Utara ini bisa segera terurai.
“Harapannya ada dukungan dari provinsi atau pusat, termasuk anggota DPR RI, agar pembangunan jembatan di wilayah perbatasan bisa segera terealisasi,” pungkasnya.
Ikuti Kami di GOOGLE NEWS
Simak berita seputar Bekasi di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Gobekasi.id WhatsApp Channel : https://whatsapp.com/channel/0029VarakafA2pLDBBYbP32t. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

