Site icon Go Bekasi

Dongkrak Hasil Panen 10 Ton per Hektare, Pemkab Bekasi Uji Coba Sistem Pertanian Modern di Bojongmangu

Kabupaten Bekasi - Lahan Pertanian Padi di Kabupaten Bekasi. Foto: (Ist)

Lahan Pertanian Padi di Kabupaten Bekasi. Foto: (Ist)

Bekasi — Pemerintah Kabupaten Bekasi mulai bertransformasi dari pola tanam konvensional. Pemerintah daerah kini menerapkan sistem pertanian modern (Advance Agriculture System / PM-AAS).

Oleh karena itu, pemerintah mewujudkan langkah ini melalui skema Tanam Benih Langsung (Tabela).

Sebagai tahap awal, tim menerapkan uji coba percontohan (demplot) di Bojongmangu.

Lokasi uji coba menggunakan lahan seluas 4.000 meter persegi. Lahan ini milik Kelompok Tani Warudoyong I di Desa Sukabungah, Kecamatan Bojongmangu.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Bekasi, Abdillah Majid, memberikan penjelasan resmi. Ia menyebut PM-AAS sebagai inovasi kolaboratif guna mendorong efisiensi usaha tani.

Bahkan, seluruh proses budidaya dalam sistem ini berjalan secara presisi dan terukur. Petugas melakukan pengolahan lahan terkontrol serta pengecekan pH tanah secara rinci.

Di samping itu, tim menerapkan pemupukan akurat dan pengendalian gulma sebelum masa tanam.

“Pada tahap awal, uji coba ini menggunakan varietas benih Inpari 33 sebanyak 15 kilogram, dengan target mampu menghasilkan sedikitnya 4 ton gabah saat panen,” ujar Abdillah Majid, Minggu (10/8/2026).

Koordinator Penyuluh Pertanian Kecamatan Bojongmangu, Ubuh Buhori, membeberkan persiapan teknis sebelum penanaman. Tim telah menguji pH tanah yang berada di angka 5,5.

Sebab, untuk menetralkan asam tanah, tim mengaplikasikan kapur dolomit sekitar 500 kilogram. Tim juga menyemprotkan herbisida sehari sebelum tanam.

Selain itu, pengelolaan air pada sistem PM-AAS mengalami perubahan signifikan. Petugas tidak menggenangi lahan dengan air selama 5 hari pertama agar benih tidak membusuk.

Oleh sebab itu, petugas melakukan pemantauan pertumbuhan dan pemupukan tahap pertama saat tanaman berumur 10 hari.

Meskipun kebutuhan pupuk sedikit lebih tinggi karena jarak tanam rapat, teknologi ini memproyeksikan hasil melimpah.

“Kami menargetkan produktivitas padi melalui sistem Tabela ini bisa mencapai 10 ton per hektare, jauh meningkat dari rata-rata konvensional saat ini yang baru sekitar 5 ton per hektare,” terang Ubuh.

Pemerintah menargetkan setiap desa memiliki minimal 2 hektare lahan demonstrasi. Langkah ini memfasilitasi para petani untuk melihat langsung keunggulan teknologi pertanian modern.

Akhirnya, Ketua Kelompok Tani Warudoyong I, Yusup Saepuloh, menyambut baik inovasi ini. Warga siap meninggalkan kebiasaan lama demi meningkatkan hasil panen.

“Kami berharap hasil uji coba ini menjadi acuan sukses sebelum diterapkan secara luas oleh seluruh anggota kelompok tani demi meningkatkan hasil panen,” pungkas Yusup.

Ikuti Kami di GOOGLE NEWS

Simak berita seputar Bekasi di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Gobekasi.id WhatsApp Channel : https://whatsapp.com/channel/0029VarakafA2pLDBBYbP32t. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Exit mobile version