Bekasi – Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto, meresmikan turap Daerah Aliran Sungai (DAS) Rawalumbu di kawasan Perumahan Bumi Bekasi Baru, Kelurahan Sepanjang Jaya, Kecamatan Rawalumbu. Pemerintah Kota Bekasi membangun infrastruktur penahan tanah ini sebagai langkah konkret untuk memperkuat penanganan dan pengendalian banjir di wilayah tersebut.
Selanjutnya, Tri menegaskan bahwa penanganan aliran Kali Rawalumbu membutuhkan pendekatan menyeluruh dari hulu hingga hilir. Aliran sungai ini melintasi permukiman padat penduduk, mencakup tiga RW di Kelurahan Pengasinan dan tiga RW di Kelurahan Sepanjang Jaya.
Oleh karena itu, Tri meminta Dinas Terkait untuk melanjutkan pengerjaan proyek penataan sungai tersebut. Ia menginstruksikan agar penguatan turap tidak berhenti di satu titik saja, melainkan berlanjut hingga kawasan Jembatan Carita.
“Jembatan dari titik pertama sampai Carita sudah sangat bagus. Tetapi saya minta jangan berhenti di sini, harus kita lanjutkan sampai Jembatan Carita,” kata Tri saat memberikan sambutan di lokasi peresmian.
Di samping penataan fisik sungai, Tri menyoroti aspek efisiensi APBD Kota Bekasi dalam pelaksanaan pembangunan daerah. Pemerintah Kota Bekasi telah memangkas sejumlah belanja operasional demi mengalokasikan anggaran langsung ke kebutuhan masyarakat.
Hasilnya, Pemkot Bekasi berhasil menghemat anggaran belanja daerah hingga nyaris setengah triliun rupiah. “Efisiensi kita hampir Rp 500 miliar. Biasanya sekitar Rp 7 triliun, sekarang menjadi sekitar Rp 6,5 triliun,” tutur Tri menjelaskan penyesuaian fiskal tersebut.
Secara bersamaan, Tri membeberkan bahwa pemerintah mengurangi belanja konsumsi hingga biaya sewa sarana penunjang upacara. Langkah penghematan ini membuktikan komitmen pemerintah daerah untuk memprioritaskan pemenuhan fasilitas publik.
Selain itu, ia meminta pengelola anggaran di tingkat kewilayahan memanfaatkan dana dukungan sebesar Rp 100 juta secara cermat. Setiap pengurus RW harus menyusun skala prioritas agar dana stimulan tersebut menghasilkan manfaat optimal.
Meskipun pembangunan fisik telah rampung, Tri mengingatkan jajaran aparat kecamatan dan kelurahan untuk tidak mengabaikan perawatan berkala. Ia tidak ingin fasilitas publik yang telah selesai dibangun menjadi terbengkalai akibat ketiadaan pemeliharaan pascaproyek.
“Persoalan kita klasik. Jangan sampai setelah dibangun kemudian kita tidak peduli ke depannya. Setelah itu harus ada pemeliharaan,” tegas Tri.
Oleh sebab itu, Pemkot Bekasi mendorong partisipasi aktif warga dalam menjaga keberlanjutan infrastruktur lingkungan. Pemerintah meluncurkan program Lingkar Keren sebagai wadah pemetaan masalah dan pencarian solusi di tingkat RW.
Akhirnya, Tri berharap kolaborasi antara masyarakat dan pemerintah wilayah dapat menyelesaikan berbagai kendala lingkungan secara mandiri. Program Lingkar Keren ini menjadi instrumen utama warga dalam mengawal pembangunan di permukiman masing-masing.
Ikuti Kami di GOOGLE NEWS
Simak berita seputar Bekasi di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Gobekasi.id WhatsApp Channel : https://whatsapp.com/channel/0029VarakafA2pLDBBYbP32t. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

