Site icon Go Bekasi

Toren Bantuan Kekeringan Hilang, BPBD Kabupaten Bekasi Keluhkan Penyaluran Air Jadi Lambat

Bekasi - BPBD Kabupaten Bekasi bergerak cepat menyalurkan bantuan air bersih sebanyak 10.000 liter untuk menyokong kebutuhan warga Desa Nagasari, Kecamatan Serang Baru. Foto: Ist/Gobekasi.id.

BPBD Kabupaten Bekasi bergerak cepat menyalurkan bantuan air bersih sebanyak 10.000 liter untuk menyokong kebutuhan warga Desa Nagasari, Kecamatan Serang Baru. Foto: Ist/Gobekasi.id.

Bekasi — Penyaluran air bersih bagi warga terdampak kekeringan di Kabupaten Bekasi terhambat oleh hilangnya tangki penampungan air (toren) komunal.

Padahal, toren penampungan tersebut merupakan bagian dari program bantuan pemerintah dan swasta pada tahun 2023 serta 2024.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bekasi Dodi Supriyadi menjelaskan bahwa toren berfungsi menghemat waktu penyaluran air dari mobil tangki.

Namun, petugas di lapangan kini tidak lagi menemukan tempat penampungan air tersebut di pemukiman warga.

“Nantinya warga tinggal ambil air di toren tersebut. Tapi di lapangan, kami menemukan, beberapa toren sudah tidak diketahui lagi keberadaannya di mana,” kata Dodi, Senin (31/8/2026).

Dodi mengaku prihatin atas hilangnya fasilitas umum penampungan air tersebut. Pasalnya, ketiadaan toren memaksa mobil tangki menunggu warga mengantre air satu per satu.

Penyaluran Air Memakan Waktu Lama

Selanjutnya, Dodi mengungkapkan bahwa warga kini terpaksa mengambil air langsung dari mobil tangki menggunakan perabotan seadanya, seperti ember kecil. Kondisi ini membuat proses penyaluran air bersih di satu titik lokasi menjadi tidak efisien.

Akibatnya, petugas membutuhkan waktu hingga tiga jam untuk melayani pengisian air di satu pemukiman warga.

Padahal, jika menggunakan toren, mobil tangki dapat memindahkan air dengan cepat dan langsung bergerak menuju lokasi kekeringan lainnya.

“Padahal toren air yang dibagikan mulai 2023 lalu itu untuk mengatasi kesulitan warga dalam memperoleh air bersih. Toren itu berasal dari program pemerintah daerah, termasuk juga bantuan hibah dari pihak swasta,” tutur Dodi.

Oleh karena itu, BPBD Kabupaten Bekasi mengusulkan pengadaan toren ukuran besar yang baru. Petugas akan memasang tempat penampungan tersebut secara permanen di tengah pemukiman warga agar tidak hilang kembali.

Kekeringan Melanda Belasan Kecamatan

Sementara itu, bencana kekeringan di Kabupaten Bekasi terus meluas akibat kemarau panjang. BPBD mencatat bencana krisis air bersih ini telah melanda lebih dari 35 desa yang tersebar di belasan kecamatan.

Jumlah warga terdampak pun kini menembus lebih dari 22.000 kepala keluarga di sekitar 200 titik lokasi. Dodi berharap masyarakat dapat menjaga dan merawat setiap fasilitas bantuan yang disalurkan demi kepentingan bersama.

“Kondisi ini menjadi pelajaran penting bagi warga, karena bantuan tersebut diberikan untuk memenuhi kebutuhan warga,” ujar Dodi.

Ikuti Kami di GOOGLE NEWS

Simak berita seputar Bekasi di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Gobekasi.id WhatsApp Channel : https://whatsapp.com/channel/0029VarakafA2pLDBBYbP32t. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Exit mobile version