Bekasi — Lebih dari 22.000 penerima bantuan sosial (bansos) di wilayah Kabupaten Bekasi resmi dinonaktifkan oleh Kementerian Sosial (Kemensos).
Pemblokiran hak penerima bantuan tersebut dipicu oleh keterlibatan Nomor Induk Kependudukan (NIK) warga dalam aktivitas judi online (judol).
Kepala Dinas Sosial Kabupaten Bekasi Alamsyah menjelaskan bahwa data penonaktifan bersumber dari Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) yang dikelola Badan Pusat Statistik (BPS) dan terintegrasi dengan Kemensos.
Alamsyah menegaskan bahwa sistem penonaktifan bekerja secara otomatis. Dampak sanksi ini menyasar seluruh anggota keluarga yang berada dalam satu Kartu Keluarga (KK), meski aksi judi online hanya dilakukan oleh salah satu individu.
“Di aplikasi DTSEN ada menunya. Jadi ketika ada NIK di KK itu terindikasi judol, apakah itu kepala keluarga atau anggota keluarga, langsung dinonaktifkan. Itu data dari Kemensos melalui DTSEN,” kata Alamsyah, Jumat (4/9/2026).
Merekam Lonjakan Sejak Juni 2026
Selanjutnya, Dinsos Kabupaten Bekasi mencatat tren pencoretan nama penerima bansos akibat judi online terus menunjukkan grafik peningkatkan drastis dalam tiga bulan terakhir.
Pada Juni 2026, tercatat sekitar 1.500 penerima bansos yang dinonaktifkan. Angka tersebut merangkak naik menjadi 1.800 penerima pada Juli 2026.
Puncak lonjakan data terjadi pada Agustus 2026, di mana sistem mendeteksi sebanyak 17.000 penerima bansos terindikasi transaksi judi online.
“Di bulan Juni itu ada 1.500 orang lebih. Di bulan Juli ada 1.800-an orang. Di bulan Agustus meningkat tajam, kurang lebih 17.000-an orang. Jadi dalam tiga bulan terakhir ini ada 22.000 lebih penerima bansos yang dinonaktifkan,” tutur Alamsyah.
Penghentian Program PKH dan Bantuan Pangan
Sementara itu, tindakan penonaktifan otomatis dari pusat ini berdampak langsung pada penghentian penyaluran berbagai program skema bantuan pemerintah.
Warga yang NIK-nya atau anggota keluarganya terdeteksi oleh sistem otomatis tidak lagi berhak mencairkan dana Program Keluarga Harapan (PKH) maupun menerima alokasi bantuan pangan bulanan.
Pemerintah Kabupaten Bekasi mengimbau masyarakat untuk menjaga integritas data kependudukan dan menjauhi segala bentuk aktivitas perjudian digital agar hak bantuan sosial tidak hangus.
Ikuti Kami di GOOGLE NEWS
Simak berita seputar Bekasi di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Gobekasi.id WhatsApp Channel : https://whatsapp.com/channel/0029VarakafA2pLDBBYbP32t. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

