Bekasi — Pemerintah Kota Bekasi resmi memberlakukan kebijakan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) bagi seluruh siswa SD dan SMP mulai Selasa (8/9/2026).
Langkah antisipasi ini diambil menyusul munculnya erupsi susulan Gunung Anak Krakatau.
Wali Kota Bekasi Tri Adhianto menjelaskan bahwa keputusan PJJ diterbitkan setelah mengevaluasi perkembangan terbaru di lapangan.
Sebelumnya, aktivitas erupsi sempat dinyatakan melandai pada akhir pekan, namun kembali menunjukkan peningkatan intensitas.
“Kita dapat kabar bahwa erupsi kemarin muncul lagi. Hari Minggu dinyatakan sudah selesai ternyata kemarin muncul lagi,” kata Tri di Bekasi, Selasa.
Faktor Kedisiplinan Prokes Anak-Anak
Selain faktor dinamika erupsi, Pemkot Bekasi mempertimbangkan aspek kedisiplinan penggunaan alat pelindung diri pada anak-anak.
Para siswa jenjang SD dan SMP dinilai masih mengalami kesulitan untuk memakai masker secara konsisten selama kegiatan belajar mengajar tatap muka.
“Kita memastikan anak-anak ini ternyata SD dan SMP juga ada kesulitan untuk kita mewajibkan mereka menggunakan masker,” ujar Tri.
Selanjutnya, Tri menegaskan bahwa pelaksanaan PJJ ini tidak bersifat permanen.
Pemerintah daerah akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap efektivitas kebijakan serta kualitas udara dalam kurun dua hari mendatang.
Jika sebaran abu vulkanik menyusut dan situasi dinilai aman, Pemkot Bekasi siap mengembalikan para siswa untuk belajar tatap muka di sekolah.
“Kalau memang semakin membaik tentu kita dorong anak-anak juga akan segera di sekolah,” pungkasnya.
Ikuti Kami di GOOGLE NEWS
Simak berita seputar Bekasi di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Gobekasi.id WhatsApp Channel : https://whatsapp.com/channel/0029VarakafA2pLDBBYbP32t. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.
(Advertorial)

