Bekasi — Aliran Sungai Sekunder Bendung Srengseng Hilir (BSH 9) yang melintasi kawasan persawahan Desa Sukaindah, Kecamatan Sukakarya, Kabupaten Bekasi, mendadak tercemar cairan berbau menyengat pada Jumat (11/9/2026) dini hari.
Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 00.00 WIB tersebut memicu kemarahan warga dan petani setempat.
Warga tertangkap basah mengamankan sebuah truk boks bernomor polisi B 9227 FXW milik PT Indah Prasta Indonesia yang berada di tepi sungai.
Pengemudi kendaraan berinisial YMP kemudian diserahkan warga ke Polsek Sukatani sekitar pukul 01.50 WIB untuk diproses hukum.
Sekretaris Petani Bekasi Wilayah Utara Muhamad Fauzi menyebut aksi dugaan pembuangan limbah secara liar tersebut bukan kali pertama terjadi dan telah merusak tanaman padi serta mengancam sumber air bersih warga.
“Air sungai berubah warna, berbau sangat tajam, tanaman padi mulai rusak, dan sumber air bersih warga terancam. Ini bukan kebetulan, sudah menjadi pola yang berulang,” tegas Fauzi.
Atas kejadian ini, warga menuntut tindakan tegas dari Plt Bupati Bekasi, Dinas Lingkungan Hidup (DLH), dan Polres Metro Bekasi berupa pengujian sampel air, penindakan pidana lingkungan, hingga ganti rugi pemulihan lingkungan.
Bantahan Perusahaan: Tangki Bocor, Bukan Dibuang Sengaja
Menanggapi tuduhan warga, kuasa hukum PT Indah Prasta Indonesia Budi Santoso membantah tudingan bahwa pihaknya sengaja membuang limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) ke badan sungai.
Budi menjelaskan bahwa cairan berbau menyengat yang tercecer di sekitar lokasi merupakan akibat dari kebocoran tangki armada truk saat melintas.
“Truk pengangkut limbah B3 tersebut tangkinya bocor. Akibat kebocoran itu cairan limbah tercecer di jalan. Jadi bukan dibuang ke sungai seperti yang diduga warga,” ujar Budi saat memberikan klarifikasi.
Ia menambahkan bahwa pihak perusahaan menghormati seluruh proses penyelidikan yang berjalan di kepolisian serta menegaskan tidak ada niat untuk melakukan pembuangan limbah secara ilegal.
Selanjutnya, Polres Metro Bekasi bersama DLH Kabupaten Bekasi bakal melakukan pemeriksaan teknis pada armada kendaraan serta menguji sampel cairan di laboratorium guna memastikan ada atau tidaknya unsur kesengajaan dalam insiden tersebut.
Ikuti Kami di GOOGLE NEWS
Simak berita seputar Bekasi di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Gobekasi.id WhatsApp Channel : https://whatsapp.com/channel/0029VarakafA2pLDBBYbP32t. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

