Bekasi — Komisi IV DPRD Kota Bekasi mendorong Dinas Kesehatan (Dinkes) setempat untuk segera melakukan pengecekan dan pemetaan penyebaran kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) di seluruh wilayah kota.
Langkah mitigasi kesehatan tersebut dinilai krusial usai wilayah Kota Bekasi sempat terpapar hujan abu vulkanik akibat erupsi Gunung Anak Krakatau beberapa waktu lalu.
Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kota Bekasi Wildan Fathurrahman menyampaikan bahwa pemeriksaan lapangan bertujuan memastikan apakah ada dampak langsung peningkatan kasus penyakit respirasi pasca-sebaran abu.
“Perlu dilakukan pengecekan terhadap penyakit ISPA di Kota Bekasi. Untuk mengetahui apakah abu vulkanik berkorelasi terhadap angka peningkatan ISPA di Kota Bekasi atau tidak,” kata Wildan, Jumat (11/9/2026).
Edukasi Puskesmas dan Pemantauan Kualitas Udara
Selain meminta Dinkes turun mendata jumlah pasien di puskesmas maupun rumah sakit, Wildan juga mengimbau seluruh fasilitas kesehatan masyarakat untuk aktif memberikan edukasi proteksi diri.
Edukasi tersebut meliputi penggunaan masker saat beraktivitas di luar ruangan hingga pentingnya menjaga daya tahan tubuh di tengah paparan material halus abu vulkanik.
Di sisi lain, Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi diminta rutin memantau kondisi lingkungan dan kualitas udara outdoor guna memastikan keselamatan warga saat beraktivitas harian.
“Tentu pemantauan terhadap situasi lingkungan harus terus dilakukan. Untuk memastikan bahwa lingkungan Kota Bekasi aman bagi warga beraktivitas terutama di luar ruangan,” ujar Wildan.
Selanjutnya, hasil pengecekan dan pengumpulan data kasus ISPA dari Dinkes Kota Bekasi akan dijadikan dasar penentuan langkah penanganan medis tingkat lanjut bagi masyarakat terdampak.
Ikuti Kami di GOOGLE NEWS
Simak berita seputar Bekasi di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Gobekasi.id WhatsApp Channel : https://whatsapp.com/channel/0029VarakafA2pLDBBYbP32t. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

