Site icon Go Bekasi

Kisah Pilu Linmas Duren Jaya Bekasi: Rumah Rusak Bertahun-tahun, Pengen Diperbaiki Tapi Tak Mampu

Bekasi - Makmur (62), anggota Satlinmas di Duren Jaya, Bekasi Timur, terpaksa bertahan di rumah lapuk yang terancam roboh saat hujan turun akibat keterbatasan ekonomi. Foto: Septian/Gobekasi.id.

Makmur (62), anggota Satlinmas di Duren Jaya, Bekasi Timur, terpaksa bertahan di rumah lapuk yang terancam roboh saat hujan turun akibat keterbatasan ekonomi. Foto: Septian/Gobekasi.id.

Bekasi — Setiap kali hujan dan angin kencang menerjang, rasa cemas melanda Makmur (62), warga Gang M. Usir, Kelurahan Duren Jaya, Kecamatan Bekasi Timur, Kota Bekasi.

Bagi pria yang sehari-hari bertugas sebagai anggota Satuan Perlindungan Masyarakat (Satlinmas) ini, hujan bukan sekadar ancaman kebocoran, melainkan bayang-bayang atap rumah roboh yang bisa menimpa keluarganya.

Berdasarkan pantauan di lokasi pada Senin (14/9/2026), bagian tengah rumah peninggalan mertuanya itu bahkan sudah tak beratap lagi sehingga air hujan langsung menggenangi lantai interior.

“Saya kalau hujan enggak bisa tidur. Anak istri saya tidur, saya ngawasin takut genteng pada roboh jatuh kena angin,” kata Makmur saat ditemui di rumahnya, Senin.

Kerusakan bagian atap bangunan rumah tersebut diakui Makmur sudah berlangsung sejak lima hingga tujuh tahun lalu. Namun, ia tak berani naik memperbaiki genteng secara mandiri lantaran kondisi kayu penyangga utama sudah rapuh.

Terkendala Biaya dan Hanya Bergaji Rp 1 Juta

Kondisi rumah Makmur kini ramai diperbincangkan setelah rekannya mengunggah rekaman video ke media sosial demi mengetuk empati para dermawan dan dinas terkait.

Sebenarnya, rumah tempat tinggal Makmur sudah terdata masuk ke dalam daftar penerima program Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu) Pemkot Bekasi untuk alokasi tahun 2027 dengan nilai bantuan stimulan Rp 20 juta.

Kendati demikian, estimasi total renovasi bangunan yang lapuk menyeluruh itu ditaksir membutuhkan dana mencapai Rp 60 juta, angka yang mustahil dipenuhi dari kantong pribadinya.

Sebagai abdi kelurahan, honorarium yang diterima Makmur hanya sebesar Rp 1 juta per bulan, yang habis digunakan untuk mencukupi kebutuhan dapur harian keluarga.

“Buat nambahin biaya sendiri kagak mampu saya. Gajiannya Rp1 juta per bulan, ya buat makan sehari-hari,” ujarnya pasrah.

Makmur berharap ada percepatan uluran tangan dari Pemkot Bekasi, Dinas Perkimtan, maupun lembaga sosial agar tempat berteduh keluarganya bisa segera direnovasi secara layak.

Selanjutnya, pihak Kelurahan Duren Jaya bersama jajaran Dinas Sosial Kota Bekasi diharapkan melakukan peninjauan darurat guna mempercepat penyaluran bantuan Rutilahu tanpa harus menunggu anggaran tahun 2027.

Ikuti Kami di GOOGLE NEWS

Simak berita seputar Bekasi di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Gobekasi.id WhatsApp Channel : https://whatsapp.com/channel/0029VarakafA2pLDBBYbP32t. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Exit mobile version