Site icon Go Bekasi

Kejar Target Ideal 120 Ribu Titik, Bekasi Fokus Perluas PJU LED ke Jalan Lingkungan

Bekasi - PJU di Jalan Ahmad Yani, Bekasi Selatan. Foto: Mochamad Yacub Ardiansyah/Gobekasi.id.

PJU di Jalan Ahmad Yani, Bekasi Selatan. Foto: Mochamad Yacub Ardiansyah/Gobekasi.id.

Bekasi — Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bekasi terus mempercepat penataan fasilitas Penerangan Jalan Umum (PJU) guna mendukung keamanan dan kenyamanan aktivitas warga, termasuk di kawasan revitalisasi Jalan M. Yamin, Pasar Baru Bekasi.

Kepala Bidang Sarana dan Prasarana Dishub Kota Bekasi, Soenaryo Utomo, menjelaskan bahwa dari total kebutuhan 16 titik lampu di sepanjang Jalan M. Yamin—mulai dari Jalan Juanda hingga perlintasan rel kereta api—pihaknya saat ini telah merampungkan pemasangan di 12 titik.

“Dari 16 titik itu, yang sudah kita pasang adalah sekitar 12. Enam titik di bagian belakang sudah kita lakukan penggantian, kemudian enam titik di bagian depan,” ujar Soenaryo, Rabu (16/9/2026).

Ia menjelaskan, pemasangan di bagian depan sempat menghadapi kendala teknis dalam penempatan tiang, sehingga Dishub berkoordinasi dengan pengelola Pasar Baru untuk menempelkan tiang PJU setinggi 5 meter yang berbobot ringan di pagar pasar. Seluruh lampu yang dipasang menggunakan jenis LED berdaya 60 watt.

Fokuskan PJU LED ke Jalan Lingkungan dan Pokir Dewan

Soenaryo mengungkapkan, seluruh pengadaan PJU baru di Kota Bekasi saat ini sudah sepenuhnya beralih menggunakan teknologi LED berkapasitas 40 hingga 60 watt, dan tidak lagi memakai lampu konvensional.

Bahkan, untuk tahun anggaran 2026, melalui kegiatan Pokok Pikiran (Pokir) DPRD murni, Dishub merealisasikan pemasangan PJU sebanyak 868 titik yang tersebar di 74 lokasi mencakup delapan kecamatan.

“Justru itu yang di lingkungan. Makanya dari 868 itu rata-rata semuanya 60 watt. Kegiatan Pokir dewan itu juga merupakan bagian dari Rencana Kerja (Renja) dinas, jadi matching,” jelasnya.

Meski demikian, Soenaryo tidak memungkiri bahwa secara keseluruhan, PJU konvensional peninggalan masa lalu masih tersisa sekitar 40 persen dari total existing 68.000 titik di seluruh wilayah Kota Bekasi. Jumlah tersebut masih jauh dari angka ideal pelayanan yang dipatok sebanyak 120.000 titik.

“Tingkat pelayanan kita itu ada di 120.000 titik untuk satu kota. Kita baru sekitar 68.000, jadi keterpenuhannya masih sekitar 68 persen,” tambahnya.

Selain anggaran murni dan Pokir, Dishub juga mengandalkan bantuan keuangan (Bandek) pada APBD Perubahan 2026 senilai Rp4,2 miliar yang difokuskan untuk empat kelurahan di wilayah Bantar Gebang.

Marak Aksi Pencurian Kabel dan Lampu

Di tengah upaya optimalisasi layanan, Dishub Kota Bekasi mengaku masih kerap menghadapi kendala ulah tangan-tangan iseng yang mencuri fasilitas PJU, mulai dari jaringan kabel hingga unit lampu penerangan jalan.

Ia mencontohkan, aksi pencurian sempat marak terjadi di jalur pedestrian dari Simpang Unisma hingga Tol Timur, serta di kawasan Hutan Kota Bekasi, di mana sejumlah lampu dan kabel raib dicuri.

“Bukan cuma colong-colong kabel. Kemarin, belum lama, beberapa bulan lalu kita kecolongan lampu pedestrian dari Simpang Unisma sampai Tol Timur itu lampunya enggak ada semua, ternyata dicolong orang,” ungkap Soenaryo.

Pihaknya pun mengimbau kepada seluruh masyarakat Kota Bekasi untuk meningkatkan kepedulian bersama dalam menjaga fasilitas umum serta proaktif melaporkan apabila menemukan adanya gangguan atau kerusakan PJU di lingkungan sekitar.

Ikuti Kami di GOOGLE NEWS

Simak berita seputar Bekasi di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Gobekasi.id WhatsApp Channel : https://whatsapp.com/channel/0029VarakafA2pLDBBYbP32t. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Exit mobile version