Site icon Go Bekasi

Kepala BPN Kota Bekasi: Warga Datang Membawa Urusan, Pulang Harus Membawa Kepastian

Bekasi - Kepala Kantor Pertanahan Kota Bekasi, Tarbarita Simorangkir. Foto: Ist/Gobekasi.id.

Kepala Kantor Pertanahan Kota Bekasi, Tarbarita Simorangkir. Foto: Ist/Gobekasi.id.

Bekasi – Kepala Kantor Pertanahan Kota Bekasi, Tarbarita Simorangkir meminta seluruh jajarannya segera membenahi pekerjaan yang masih tertunda dan memangkas proses pelayanan yang berbelit.

Arahan tersebut disampaikan dalam kegiatan Sapa Pagi (Morning Briefing) bersama para Pejabat Pengawas dan Koordinator Kelompok Substansi (Korsub) di lingkungan Kantor Pertanahan Kota Bekasi, Kamis (17/9/2026).

Tarbarita mengatakan arahan tersebut merupakan tindak lanjut dari enam poin yang disampaikan Sekretaris Jenderal Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN). Ia meminta setiap arahan diterjemahkan menjadi tindakan yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.

“Jangan sampai masyarakat sudah menyerahkan berkas, tetapi kemudian tidak mendapatkan kepastian kapan prosesnya selesai. Tugas kita adalah memastikan setiap pekerjaan berjalan, setiap kendala dicari solusinya, dan masyarakat mendapat kejelasan,” ujar Tarbarita.

Salah satu perhatian utama adalah penyelesaian tunggakan pekerjaan. Tarbarita meminta setiap Pejabat Pengawas dan Korsub melakukan penyisiran terhadap seluruh pekerjaan yang masih tertunda di unit masing-masing.

Menurutnya, pekerjaan yang menumpuk tidak boleh dibiarkan tanpa kejelasan. Setiap berkas harus diketahui posisi dan kendalanya sehingga dapat segera ditindaklanjuti sesuai ketentuan.

“Saya minta jangan ada pekerjaan yang dibiarkan menggantung. Cek satu per satu, lihat kendalanya apa, siapa yang menangani, dan apa yang harus dilakukan agar segera selesai. Kalau memang ada persoalan yang membutuhkan keputusan pimpinan, segera sampaikan.”

Selain mengejar penyelesaian tunggakan, Tarbarita meminta jajaran menghentikan pelayanan yang tidak perlu berbelit-belit.

Ia mengingatkan bahwa masyarakat harus memperoleh informasi yang jelas mengenai persyaratan, tahapan, waktu penyelesaian, dan ketentuan biaya setiap layanan.

“Kalau persyaratannya jelas, sampaikan dengan jelas. Kalau ada kekurangan berkas, sampaikan apa yang kurang. Jangan membuat masyarakat bolak-balik hanya karena informasi yang tidak lengkap.”

Dalam kesempatan tersebut, Tarbarita juga kembali mengingatkan seluruh jajaran untuk menerapkan zero tolerance terhadap pungutan liar, gratifikasi, dan korupsi.

Ia meminta pengawasan melekat oleh setiap atasan diperkuat dan seluruh proses pelayanan dijalankan sesuai standar serta ketentuan yang berlaku.

“Tidak ada ruang untuk pungli. Tidak ada alasan untuk meminta atau menerima sesuatu di luar ketentuan. Kalau masyarakat menemukan dugaan pungutan atau pelayanan yang tidak sesuai, sampaikan melalui kanal pengaduan yang tersedia.”

Tarbarita juga meminta para pejabat pengawas dan koordinator menjadi contoh dalam kedisiplinan dan penyelesaian pekerjaan. Menurutnya, pembenahan pelayanan harus dimulai dari internal organisasi dan dilakukan secara konsisten.

“Kita ingin masyarakat datang ke Kantor Pertanahan Kota Bekasi dengan membawa urusan, lalu pulang membawa kepastian. Itu yang harus kita kejar setiap hari.”

Kegiatan Sapa Pagi menjadi bagian dari evaluasi dan penguatan koordinasi internal Kantor Pertanahan Kota Bekasi. Selain integritas dan pelayanan, forum tersebut juga membahas kedisiplinan, pengawasan, komunikasi publik, serta percepatan pekerjaan di masing-masing unit.

Kantor Pertanahan Kota Bekasi menyatakan akan terus melakukan pengawasan dan evaluasi terhadap pelaksanaan pelayanan, termasuk penyelesaian pekerjaan yang masih tertunda, sebagai bagian dari upaya menghadirkan layanan pertanahan yang lebih transparan, profesional, dan memberikan kepastian bagi masyarakat.

Ikuti Kami di GOOGLE NEWS

Simak berita seputar Bekasi di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Gobekasi.id WhatsApp Channel : https://whatsapp.com/channel/0029VarakafA2pLDBBYbP32t. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Exit mobile version