Site icon Go Bekasi

121 TPS Pilkades Kabupaten Bekasi 2026 Masuk Kategori Rawan

Bekasi - Apel pergeseran pasukan jelang Pilkades serentak Kabupaten Bekasi di Kecamatan Cikarang Selatan, Sabtu (19/9/2026). Foto: Ist/Gobekasi.id.

Apel pergeseran pasukan jelang Pilkades serentak Kabupaten Bekasi di Kecamatan Cikarang Selatan, Sabtu (19/9/2026). Foto: Ist/Gobekasi.id.

Bekasi — Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Serentak 2026 di Kabupaten Bekasi segera memasuki tahap pencoblosan pada Minggu, 20 September 2026. Menjelang pemungutan suara, Kepolisian Resor Metro Bekasi telah memetakan tingkat kerawanan di ribuan Tempat Pemungutan Suara (TPS).

Kapolres Metro Bekasi, Kombes Pol Andi Oddang Riuh Hutomo, mengungkapkan hasil pemetaan intelijen terbaru. Ia menyebutkan terdapat 121 TPS yang masuk dalam kategori rawan dan sangat rawan.

“Sebanyak 3.107 TPS masuk kategori aman, 112 TPS rawan, dan sembilan TPS sangat rawan,” kata Andi Oddang usai memimpin apel pergeseran pasukan Operasi Wibawa Mukti di Kecamatan Cikarang Selatan, Sabtu (19/9/2026).

Sembilan TPS sangat rawan itu tersebar di dua kecamatan. Tiga TPS berlokasi di Tambun Selatan. Sementara itu, enam TPS lainnya berada di wilayah Cikarang Utara. Andi menegaskan bahwa tingkat kerawanan ini bersifat dinamis. Kondisi di lapangan dapat berubah sewaktu-waktu.

“Potensi kerawanan ini dinamis. Kita menyesuaikan dengan situasi,” ujar Andi. Polisi akan berupaya mencegah terjadinya gesekan sedini mungkin.

Indikator Pemetaan Kerawanan TPS

Pemetaan kerawanan ini bukan tanpa dasar. Kepolisian menggunakan sejumlah indikator untuk menentukan status setiap TPS. Indikator tersebut mencakup hasil pantauan intelijen dan catatan pengalaman Pilkades sebelumnya.

Selain itu, polisi juga mengevaluasi potensi gesekan antar-pendukung. Kondisi dan lokasi TPS yang berdekatan dengan kediaman pasangan calon juga menjadi faktor penentu.

“Kalau aman-aman saja, kami sampaikan TPS itu aman,” ucap Andi. Namun, polisi akan langsung mengkategorikan TPS tersebut rawan jika memiliki rekam jejak konflik atau lokasinya terlalu dekat dengan salah satu calon.

Pola Pengamanan Berbeda Tiap Kategori

Merespons tingkat kerawanan yang beragam, Polres Metro Bekasi menerapkan pola pengamanan yang berbeda. Aparat menyesuaikan jumlah personel berdasarkan kategori masing-masing TPS.

Untuk TPS kategori rawan, polisi menempatkan 10 personel Polri bersama delapan anggota Linmas. Sebaliknya, pengamanan di TPS kategori aman relatif lebih longgar. Polisi menyiagakan lima personel Polri dan delapan Linmas untuk menjaga setiap empat TPS aman.

Aparat keamanan telah bergerak menuju lokasi tugas masing-masing sejak Sabtu atau H-1 pencoblosan. Di sana, mereka tidak sekadar bersiaga menjaga TPS.

“Mereka sudah langsung ke TPS masing-masing. Sudah melakukan upaya pendekatan ke tokoh-tokoh masyarakat,” tutur Andi. Petugas juga memetakan posisi pasti TPS dan bersiap mengawal distribusi kotak suara.

Hingga Sabtu (19/9/1016), Andi memastikan situasi di wilayah Kabupaten Bekasi relatif kondusif. Namun, pihak kepolisian tetap mewaspadai berbagai dinamika yang mungkin muncul jelang hari pemungutan suara.

Polisi secara khusus memantau potensi letupan akibat ketidakpuasan dari pihak-pihak yang gagal lolos dalam tahapan pencalonan Pilkades.

“Dari situasi pemantauan di lapangan hari ini masih kondusif. Hanya sedikit terkait masalah ketidakterimaan mereka yang tidak lolos,” pungkasnya. Ia menambahkan bahwa potensi gesekan tersebut sudah sesuai dengan prediksi peta intelijen kepolisian.

Ikuti Kami di GOOGLE NEWS

Simak berita seputar Bekasi di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Gobekasi.id WhatsApp Channel : https://whatsapp.com/channel/0029VarakafA2pLDBBYbP32t. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Exit mobile version