Bekasi – Pemerintah Kota Bekasi menegaskan komitmen mendukung penuh kiprah Adhyaksa FC dalam kompetisi kasta kedua sepak bola nasional. Langkah ini menjadi wujud nyata sinergi kelembagaan antara pemerintah daerah dan Korps Adhyaksa.
Wali Kota Bekasi Tri Adhianto menunjukkan dukungan tersebut secara langsung. Ia menghadiri laga kandang perdana Adhyaksa FC di Stadion Patriot Candrabhaga pada Jumat (18/9/2026) malam.
“Hadirnya Adhyaksa FC di Kota Bekasi adalah bentuk kolaborasi yang sangat positif. Kami di Pemerintah Kota Bekasi menyambut baik dan memberikan dukungan penuh terhadap perjalanan klub ini,” kata Tri Adhianto saat menyaksikan laga tersebut.
Tri Adhianto duduk berdampingan dengan Sekretaris Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Sesjampidsus) Kejaksaan Agung RI, Didik Farkhan Alisyahdi, serta Kepala Kejaksaan Negeri Kota Bekasi.
Kehadiran para pejabat ini menegaskan komitmen bersama dalam mempererat sinergi lintas institusi. Selain itu, kolaborasi ini memberikan karpet merah bagi Adhyaksa Bekasi FC yang kini membawa nama kota tersebut di Liga 2.
Tri menambahkan bahwa kerja sama ini melampaui urusan olahraga semata. “Ini bukan hanya soal sepak bola di atas lapangan, melainkan tentang bagaimana pemerintah daerah dan institusi kejaksaan saling bahu-membahu membangun ruang positif bagi masyarakat, khususnya generasi muda di Bekasi,” ujarnya.
Pertandingan pekan ketiga Pegadaian Championship 2026/2027 melawan Persikad Depok ini menandai laga kandang perdana Adhyaksa FC. Sebelumnya, tim berjuluk The Guardian tersebut harus menjalani dua pertandingan awal musim di Yogyakarta sebelum resmi memboyong markas utama mereka ke Bekasi.
Sinergi Kelembagaan dan Dampak Ekonomi
Keputusan Adhyaksa FC memilih Kota Bekasi sebagai markas baru menyita perhatian publik dalam beberapa bulan terakhir. Banyak pihak menilai langkah ini sebagai bagian dari strategi diplomasi olahraga yang saling menguntungkan.
Melalui Yayasan LBH Adhyaksa, Kejaksaan Agung RI membina klub ini sebagai wadah pengembangan kedisiplinan dan mentalitas olahraga. Di sisi lain, Pemkot Bekasi memfasilitasi kebutuhan tim dengan menyediakan infrastruktur stadion bertaraf internasional.
Tri menegaskan bahwa kehadiran Sesjampidsus Kejagung Didik Farkhan Alisyahdi bersama Kajari Bekasi menunjukkan keseriusan kejaksaan dalam mengelola iklim olahraga profesional.
Kehadiran klub binaan instansi penegak hukum ini memberi dampak domino positif bagi perekonomian lokal. Aktivitas UMKM di sekitar stadion tumbuh pesat, sekaligus memperkuat citra Bekasi sebagai salah satu pusat olahraga di Jawa Barat.
“Sinergi antara Pemkot Bekasi dan Kejaksaan Negeri maupun Kejaksaan Agung selama ini sudah terjalin sangat harmonis dalam hal penegakan hukum dan pengawalan pembangunan,” tuturnya.
Hubungan baik tersebut kini merambah ke sektor lain. “Melalui Adhyaksa FC, keharmonisan itu meluas ke ranah kebudayaan dan olahraga. Kami berkomitmen menjaga fasilitas Stadion Patriot Candrabhaga agar dapat menjadi markas yang nyaman dan membanggakan bagi tim,” sambung Tri.
Panggung Utama untuk Talenta Muda Bekasi
Di samping aspek diplomasi, kebijakan transfer Adhyaksa FC juga memicu apresiasi tinggi dari Wali Kota Bekasi. Musim ini, manajemen klub memboyong penyerang sayap muda bertalenta emas asal Kota Bekasi, Muhamad Zahaby Gholy.
Gholy sebelumnya mencuri perhatian publik nasional saat membela Timnas Indonesia U-16 dan U-17. Pada laga ini, pelatih langsung memasang pemain kelahiran Bekasi tersebut sebagai starter dengan nomor punggung 7. Sepanjang pertandingan, pemuda asli daerah ini tampil energik dan terus merepotkan barisan pertahanan Persikad Depok.
Tri menilai langkah Adhyaksa FC memberi tempat bagi pemain lokal berlabel tim nasional sebagai keputusan tepat dan berpandangan jauh ke depan.
“Kami memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada manajemen Adhyaksa FC yang mau memberi panggung utama kepada anak-anak muda bertalenta asal Kota Bekasi. Masuknya Zahaby Gholy ke dalam skuad utama adalah bukti nyata bahwa klub ini tidak hanya mengejar prestasi instan, tetapi juga memiliki kepekaan terhadap pembinaan potensi lokal,” ungkap Tri.
Menurut Tri, kehadiran Gholy di lapangan Stadion Patriot Candrabhaga memberikan motivasi besar bagi ribuan anak muda di akademi sepak bola atau SSB se-Kota Bekasi.
“Ketika anak-anak Bekasi melihat Gholy bertanding membela Adhyaksa FC di kandang sendiri, mereka melihat mimpi mereka bisa terwujud. Ini yang membuat kami sangat mendukung Adhyaksa FC. Perekrutan pemain seperti Gholy adalah investasi sosial dan budaya bagi pembinaan sepak bola di Kota Patriot,” ucapnya.
Hasil Pilu di Laga Kandang Perdana
Atmosfer riuh suporter di stadion menyertai sengitnya pertempuran di lapangan. Sejak peluit awal berbunyi, kedua tim memperagakan permainan berintensitas tinggi. Adhyaksa FC yang menerapkan strategi menyerang langsung membombardir pertahanan lawan.
Aksimaneuver Zahaby Gholy di sisi kanan beberapa kali membuka celah bahaya. Pada menit ke-50, Gholy melepaskan tembakan keras ke arah gawang, namun barisan belakang tim tamu sanggup memblok bola tersebut.
Adhyaksa FC akhirnya memecah kebuntuan pada menit ke-54 melalui gol Imus Wiranda. Momen keunggulan itu tidak bertahan lama. Persikad Depok tampil disiplin dan memanfaatkan serangan balik cepat untuk membalikkan kedudukan.
Hingga wasit meniup peluit panjang tanda berakhirnya laga, skor 1-2 untuk keunggulan Persikad Depok tetap bertahan. Debut Adhyaksa FC di markas barunya pun berakhir dengan catatan pilu.
Evaluasi dan Target Promosi ke Liga 1
Meski memetik hasil minor, Wali Kota Bekasi tetap menunjukkan sikap tenang. Seusai pertandingan, Tri mendatangi ruang ganti pemain untuk memberikan semangat sekaligus meredam kekecewaan para penggawa tim.
Ia mengingatkan bahwa persaingan di kompetisi kasta kedua masih sangat panjang dan membutuhkan mentalitas baja.
“Menang dan kalah adalah bagian yang tidak terpisahkan dari sebuah pertandingan olahraga,” ujar Tri.
Oleh karena itu, ia meminta seluruh pihak menjadikan hasil laga ini sebagai bahan perenungan. Manajemen, pemain, dan suporter harus terus memberikan dukungan, melakukan evaluasi menyeluruh, serta menjaga optimisme menghadapi laga-laga berikutnya.
Tri menambahkan, kekalahan di kandang sendiri harus menjadi pelajaran berharga bagi jajaran pelatih untuk membenahi koordinasi permainan.
“Target kita tidak berubah. Kita ingin Adhyaksa Bekasi FC mampu bersaing di papan atas dan mengincar tiket promosi ke Liga 1. Saya yakin tim ini bisa segera bangkit. Kualitas individu pemain kita sangat bagus, ada kombinasinya dengan pemain timnas muda seperti Gholy. Tinggal bagaimana mengasah kekompakan tim di lapangan,” tegasnya.
Kehadiran Adhyaksa FC di Stadion Patriot Candrabhaga menandai babak baru dinamika olahraga di Kota Bekasi. Pemerintah daerah berkomitmen untuk terus membuka pintu bagi kolaborasi yang membangun karakter daerah.
Pada akhir keterangannya, Wali Kota mengajak masyarakat Bekasi untuk terus memadati tribun stadion pada laga-laga kandang selanjutnya.
“Sepak bola adalah alat pemersatu. Kalah hari ini adalah bahan evaluasi untuk menang esok hari. Pemkot Bekasi akan terus berdiri di belakang Adhyaksa FC dan Kejaksaan untuk bersama-sama membawa nama Kota Bekasi harum di panggung sepak bola nasional,” pungkasnya.
Ikuti Kami di GOOGLE NEWS
Simak berita seputar Bekasi di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Gobekasi.id WhatsApp Channel : https://whatsapp.com/channel/0029VarakafA2pLDBBYbP32t. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

