Bekasi — Pemerintah Kota Bekasi menyiapkan pembangunan enam tanggul di sepanjang Kali Bekasi sebagai bagian dari upaya mengurangi risiko banjir.
Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBMSDA) Kota Bekasi telah menentukan sejumlah titik yang akan menjadi lokasi pembangunan tanggul. Beberapa di antaranya berada di Gang Mawar, Bekasi Timur, Teluk Pucung, dan Perumahan Pondok Mitra Lestari.
Kepala DBMSDA Kota Bekasi Idi Susanto mengatakan pembangunan tanggul akan dilakukan secara bertahap pada 2026 dan 2027. Pelaksanaannya menyesuaikan ketersediaan anggaran.
Pembebasan Lahan Jadi Kendala
Menurut Idi, pembangunan tanggul menghadapi dua persoalan utama, yakni pembebasan lahan dan kebutuhan anggaran.
Pembangunan infrastruktur pengendali banjir membutuhkan biaya besar. Karena itu, pemerintah harus menyesuaikan pelaksanaan proyek dengan kemampuan anggaran yang tersedia.
Namun, beberapa lokasi saat ini sudah memiliki lahan yang siap digunakan. Idi berharap pembangunan dapat dimulai pada tahun ini.
“Kami minta tahun ini tanggul dibangun di Kota Bekasi karena ada beberapa lahannya yang sudah siap. Kami sudah koordinasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung Cisadane dan sudah disetujui,” kata Idi, Rabu (23/9/2026).
Dengan pembangunan bertahap tersebut, pemerintah berharap keberadaan tanggul dapat memperkuat sistem pengendalian banjir di sejumlah titik sepanjang Kali Bekasi.
KP2C Dorong Penanganan Banjir Dipercepat
Rencana pembangunan enam tanggul mendapat dukungan dari Komunitas Peduli Sungai Cileungsi Cikeas (KP2C).
Ketua KP2C Puarman mengatakan pembangunan tanggul merupakan salah satu langkah yang dapat dilakukan untuk menangani persoalan banjir di sepanjang Daerah Aliran Sungai (DAS) Kali Bekasi.
Menurut dia, penanganan banjir tidak bisa hanya mengandalkan satu jenis infrastruktur.
Selain pembangunan tanggul, pemerintah dapat melakukan pelebaran sungai, pembangunan sumur retensi, serta berbagai langkah lain yang disesuaikan dengan kondisi wilayah.
KP2C mendukung kebijakan pemerintah sepanjang langkah tersebut diarahkan untuk memperkuat penanganan banjir di kawasan DAS Kali Bekasi.
Namun, Puarman meminta pemerintah tidak berhenti pada target yang telah ditetapkan.
Ia bahkan mendorong percepatan target penanganan dari 2028 menjadi 2027.
“Kami mendukung setiap langkah atau kebijakan penanggulangan banjir oleh pemerintah. Bahkan kami justru mendesak agar targetnya dipercepat dari tahun 2028 ke 2027,” katanya.
Dorongan tersebut menunjukkan bahwa pembangunan tanggul menjadi salah satu bagian dari agenda penanganan banjir yang lebih luas. Kecepatan pelaksanaan, ketersediaan lahan, serta kesinambungan anggaran akan menjadi faktor penting dalam menentukan realisasinya.
Ikuti Kami di GOOGLE NEWS
Simak berita seputar Bekasi di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Gobekasi.id WhatsApp Channel : https://whatsapp.com/channel/0029VarakafA2pLDBBYbP32t. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

