Site icon Go Bekasi

Polisi Kembangkan Jaringan Mobilisasi Pelajar di Bekasi

Bekasi - Seorang pria berinisial F alias Batak, yang diduga kuat berperan sebagai penggerak massa pelajar untuk mengikuti aksi berujung kekerasan di wilayah Kota Bekasi dan Jakarta, ditangkap polisi. Foto: Ist/Gobekasi.id.

Seorang pria berinisial F alias Batak, yang diduga kuat berperan sebagai penggerak massa pelajar untuk mengikuti aksi berujung kekerasan di wilayah Kota Bekasi dan Jakarta, ditangkap polisi. Foto: Ist/Gobekasi.id.

Bekasi – Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Metro Bekasi Kota memperluas penelusuran terkait dugaan mobilisasi pelajar dari berbagai sekolah melalui media sosial.

Penyelidikan intensif ini terus dikembangkan pasca-penangkapan seorang pria berinisial F alias Batak, yang diduga kuat berperan sebagai penggerak massa pelajar untuk mengikuti aksi berujung kekerasan di wilayah Kota Bekasi dan Jakarta.

Berdasarkan hasil penyelidikan, F diketahui merupakan seorang alumni sekolah yang menggunakan posisinya untuk menjalin komunikasi dengan para pelajar aktif.

Melalui grup percakapan digital, tersangka menyebarkan pesan provokatif yang memuat rencana titik kumpul hingga skenario pergerakan massa.

Kasat Reskrim Polres Metro Bekasi Kota, Kompol Verdika Bagus Prasetya, menyatakan bahwa pihaknya saat ini tengah memetakan sejauh mana jaringan komunikasi tersebut menjangkau pelajar dari sekolah-sekolah berbeda.

“Kami telusuri kepada siapa ajakan itu disampaikan, siapa yang meneruskannya, dan bagaimana rencana tersebut dibicarakan. Peran masing-masing harus jelas berdasarkan data percakapan dan hasil pemeriksaan,” ujar Verdika pada Jumat (25/09/2026).

Selain mendalami peran F, penyidik juga tengah melacak sejumlah akun media sosial lain yang turut terdeteksi aktif dalam percakapan grup tersebut guna mengungkap keterlibatan pihak-pihak lain.

Imbauan Kapolres: Peran Senior Disalahgunakan

Kapolres Metro Bekasi Kota, Kombes Pol Putu Kholis Aryana, menyayangkan tindakan tersangka yang memanfaatkan ikatan emosional antara senior dan junior untuk hal-hal yang melanggar hukum.

Menurutnya, posisi alumni seharusnya menjadi wadah pembinaan yang positif, bukan justru menjerumuskan adik kelas ke dalam tindakan berbahaya.

“Alumni sering menjadi tempat adik kelas bertanya dan mencari pengalaman. Kepercayaan itu semestinya dipakai untuk membantu mereka tumbuh, bukan mengajak mereka mengambil risiko yang belum mereka pahami,” tegas Putu Kholis.

Ia juga mengimbau kepada seluruh pelajar agar lebih bijak dalam menyaring informasi di dunia maya serta tidak mudah terpengaruh oleh ajakan pihak mana pun—sekalipun dari orang yang dikenal—jika berpotensi merugikan diri sendiri dan masa depan.

“Menyampaikan pendapat adalah hak warga negara. Namun, jika ada ajakan yang mengarah pada kekerasan atau membahayakan keselamatan, pelajar harus berani menolak. Rasa hormat kepada senior tidak boleh membuat mereka mengabaikan keselamatan dan masa depannya,” pungkasnya.

Ikuti Kami di GOOGLE NEWS

Simak berita seputar Bekasi di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Gobekasi.id WhatsApp Channel : https://whatsapp.com/channel/0029VarakafA2pLDBBYbP32t. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Exit mobile version