Bekasi – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bekasi mengambil langkah taktis dan strategis dengan menginisiasi pembangunan embung seluas 1,2 hektare di Desa Ridogalih, Kecamatan Cibarusah.
Hal ini untuk mengakhiri kekeringan ekstrem di wilayahnya agar segera menemui titik akhir yang selama ini mengahantui para petani.
Proyek infrastruktur air ini diproyeksikan menjadi “napas buatan” yang siap menyelamatkan ribuan hektare lahan pertanian produktif.
“Yang kita hadapi saat ini adalah kekeringan dan kebanjiran. Embung ini adalah solusinya. Kami menempatkannya di lahan masyarakat, bukan mengorbankan Lahan Baku Sawah (LBS),” kata Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Bekasi, Asep Surya Atmaja, Sabtu (26/9/2026).
Solusi Irigasi untuk 1.500 Hektare Lahan Sawah
Dampak dari kehadiran embung ini dinilai sangat masif bagi sektor pertanian setempat. Selama ini, petani di kawasan atas Cibarusah kerap hanya mampu menikmati satu kali masa panen dalam setahun akibat krisis pasokan air.
Nantinya, embung tersebut akan beroperasi sebagai jantung irigasi modern yang mengalirkan air melalui saluran-saluran sekunder, menyambung kembali asa dan produktivitas bagi 1.500 hektare lahan pertanian di sekitarnya.
“Dengan adanya pasokan air yang stabil dari embung, sawah-sawah yang tadinya kering kerontang bisa mengejar target panen dua hingga tiga kali setahun. Ini lompatan besar untuk kesejahteraan petani kita,” tambah Asep.
Selain berfungsi sebagai penyuplai air di musim kemarau, embung ini juga bertindak sebagai perisai pengendali banjir saat musim hujan tiba.
Jutaan kubik air hujan akan ditampung terlebih dahulu guna mencegah limpasan liar yang kerap merendam pemukiman warga dan merusak komoditas tanaman pangan.
Sinergi Pemkab, Kementan, dan Jajaran TNI
Realisation proyek vital ini melibatkan kolaborasi lintas sektoral. Pemkab Bekasi menggandeng Kementerian Pertanian serta jajaran Tentara Nasional Indonesia (TNI) guna memastikan proses eksekusi di lapangan berjalan presisi dan tepat sasaran.
Komandan Kodim (Dandim) 0509 Kabupaten Bekasi, Letkol Arm. Vicky Harryanto Mamonto, mengungkapkan bahwa survei kelayakan dan penentuan lokasi di Kampung Pamoyangan, Desa Ridogalih, telah rampung dilaksanakan.
“Lahan seluas 1,2 hektare ini akan dibebaskan dan menjadi aset resmi Pemkab Bekasi. Kami dari TNI akan mengawal penuh, termasuk mensosialisasikan program ini agar berjalan mulus di tengah masyarakat,” jelas Letkol Vicky.
Bagi warga Cibarusah, proyek embung ini bukan sekadar pembangunan infrastruktur fisik semata, melainkan monumen konservasi air jangka panjang yang akan mengamankan sektor ketahanan pangan sekaligus menjaga masa depan pertanian di Kabupaten Bekasi.
Ikuti Kami di GOOGLE NEWS
Simak berita seputar Bekasi di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Gobekasi.id WhatsApp Channel : https://whatsapp.com/channel/0029VarakafA2pLDBBYbP32t. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

