# Go-News

50 Sungai di Bekasi Bakal Dinormalisasi, Per-titik Dianggarkan Ratusan Juta

Tumpukan Sampah Kali Jambe Viral di Medsos, Pemkab Bekasi Mulai Berbenah
Tumpukan Sampah Kali Jambe Viral di Medsos, Pemkab Bekasi Mulai Berbenah

Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Bekasi berencana melakukan normalisasi sungai sebanyak 50 titik pada tahun 2020 ini. Adapun estimasi anggaran normalisasi untuk setiap titik mencapai ratusan juta rupiah.

Kepala Bidang Pengelolaan Sumber Daya Air PUPR Kabupaten Bekasi, Nur Chaidir menjelaskan, untuk biaya normalisasi ini pihaknya menggunakan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Bekasi tahun 2020. Sementara titik-nya tersebar di 23 kecamatan, karena sungai-sungai yang ada di Kabupaten Bekasi melewati beberapa desa dan kecamatan.

”Memang di tahun 2020 ini ada 50 titik sungai yang akan dinormalisasi. Namun untuk anggaran setiap titiknya bervariasi, ada yang nilainya di atas Rp 200 juta, ada yang lebih rendah,” kata Nur, Kamis (6/2/2020).

Menuruntya, kegiatan normalisasi dan penguatan tanggul ini sebagai upaya untuk pengendalian banjir. Dalam upaya penanganan sungai-sungai yang ada di Kabupaten Bekasi, pihaknya sudah melakukan diskusi dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) dan Komisi III DPRD Kabupaten Bekasi.

”Sebelumnya kami sudah diskusi dengan BBWS dan Komisi III. Hasil dari diskusi itu, BBWS akan turun ke Kabupaten Bekasi dalam kaitan untuk menormalilsasi sungai-sungai yang ada,” ungkap dia.

Untuk titik sungai yang akan dibersihkan, lanjut dia, sudah ditentukan. Hanya saja Nur tidak tahu persis dimana lokasinya. Disisi lain, Nur juga tidak bisa menjanjikan pasca-normalisasi sungai tidak ada lagi penumpukan sampah.

”Sudah ada titik-titiknya, cuma saya enggak hafal persisnya dimana, masih disurvai, termasuk Rencana Anggaran Biaya (RAB-nya). Yang namanya sungai membawa air, lumpur, apa lagi kalau lagi banjir, banyak material yang kebawa, bukan hanya sampah. Jadi kami tidak bisa berbuat banyak,” tukasnya.

Sementara itu, Anggota Komisi III DPRD Kabupaten Bekasi, Helmi meminta agar normalisasi yang akan dilakukan pada tahun 2020 ini, harus benar-benar serius, jangan hanya formalitas saja.

”Kami (Komisi III) ingin Dinas PUPR itu benar-benar melakukan normalisasi dengan baik. Misalkan yang mau dinormalisasi sungai mana, persoalannya apa disana, kondisi tanahnya bagaimana, harus sesuai, jangan hanya sebatas publikasi dan formalitas untuk menghabiskan RAB saja,” ujar Helmi.

Politisi dari Partai Gerindra ini berharap, tidak ada penumpukan sampah lagi pasca-normalisasi. Walaupun sering kali sampah tersebut dari hulu yang terbawa aliran sungai ke hilir. Namun menurut dia, hal ini bukan menjadi alasan, karena masih banyak inovasi atau cara untuk mengantisipasinya, agar tidak berulang kali melakukan normalisasi.

(YUN)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top