Selama Ramadan dan Hari Raya Idul Fitri, Kota Bekasi mejadi lokasi favorit para gelendangan dan pengemis untuk berkeliaran. Maklum saja, daerah yang sempat dipandang sebelah mata kini menjadi kota metropolis.
Kini, kedatangan gepeng dari berbagai daerah menjadi pekerjaan rumah bagi Pemerintah Kota Bekasi.
Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Kasatpol PP) Kota Bekasi, Abi Hurairah mengatakan telah membentuk tim khusu penindakan bagi para Gepeng.
“Kemarin malam kita sempat melakukan razia dengan menangkap sejumlah Gepeng dipelataran ruko Proyek Bekasi,” kata Abi, Jumat (16/4/2021).
Abi mengungkapkan, Gepeng tersebut sudah masuk sebelum Ramadan 1442 Hijriah/2021 tiba. Kini para Gepeng berasal dari Kabupaten Bekasi, Karawang, Subang, Indramayu dan Cirebon.
Pihaknya sampai kini masih terus melakukan pemataan wilayah untuk membersihkan para Gepeng di Kota Bekasi.
Para gepeng dan manusia gerobak memilih Kota Bekasi karena berbatasan langsung dengan Ibu Kota DKI Jakarta. Perekonomian di Kota Bekasi, juga mulai hidup yang diperkuat dengan banyaknya perumahan cluster dan pusat perbelanjaan.
“Karena perekonomian masyarakat di sini mulai membaik, mereka memanfaatkan peluang itu dengan mencari belas kasihan warga,” katanya.
Berdasarkan pendataannya, anak jalanan biasanya mencari pundi-pundi uang di ruas protokol seperti Jalan Ahmad Yani, Jalan Ir. Djuanda, Jalan Sudirman.
Kemudian Jalan Mayor Hasibuan, Jalan Cut Meutia dan Jalan Chairil Anwar. Guna mengantisipasi hal serupa, pihaknya terus melakukan razia dan patroli disejumlah ruas jalan di Kota Bekasi.
“Kita langsung amankan dan membawa mereka kerumah singgah maupun ke Depsos di Bekasi Timur, tindak lanjutnya kita pulangkan ke daerah asalnya,” tegasnya.
Abi Hurairah mengimbau agar masyarakat menyalurkan sedekah melalui lembaga-lembaga yang sudah ada dan tidak memberikannya melalui gepeng.
“Masyarakat seyogyanya dapat menyalurkan rizkinya kepada yang telah ditentukan dan jangan mendidik masyarakat apalagi kaum muda untuk malas bekerja,” pungkasnya dia.
(FIR)












