Kabupaten Bekasi — Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Kabupaten Bekasi mengimbau para pencari kerja (pencaker) untuk lebih adaptif menghadapi tren industri padat modal yang mulai berkembang pesat di wilayah tersebut.
Pergeseran ini diperkirakan akan berlangsung selama satu dekade ke depan seiring dengan masifnya adopsi teknologi oleh perusahaan-perusahaan industri.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Disnaker Kabupaten Bekasi, Nur Hidayah, mengatakan bahwa perubahan struktur industri tidak terhindarkan. Namun ia optimistis akan muncul peluang kerja baru seiring perkembangan zaman.
“Diperkirakan dalam 10 tahun ke depan, setengah dari posisi yang ada saat ini bisa jadi hilang. Tapi akan muncul pekerjaan baru, seperti halnya konten kreator yang dulu tidak ada,” kata Nur dikutip, Kamis (3/7/2025).
Pelatihan dan Keterampilan Jadi Kunci
Nur mendorong para pencaker untuk terus mengasah keterampilan agar mampu bersaing dalam dunia kerja yang semakin digital dan berbasis teknologi.
“Dengan peningkatan keterampilan, pencaker akan lebih mudah terserap oleh dunia industri,” tambahnya.
Untuk itu, Disnaker terus menggencarkan program pelatihan melalui Balai Latihan Kerja (BLK). Bahkan, BLK menjadi fokus utama dalam pengalokasian anggaran Disnaker. Namun, Nur mengakui bahwa daya tampung BLK saat ini belum memadai.
“Anggaran kita maksimal hanya bisa melatih sekitar 1.000 orang per tahun. Padahal jumlah pengangguran di Kabupaten Bekasi mencapai 142 ribu orang. Butuh kolaborasi dengan sekolah vokasi dan pihak lain,” jelasnya.
Pengangguran Tinggi, Salah Satu Dampak Posisi Strategis Bekasi
Nur menjelaskan bahwa tingginya angka pengangguran juga disebabkan status Kabupaten Bekasi sebagai daerah industri dengan upah tinggi. Wilayah ini menjadi magnet pencari kerja dari luar daerah.
“Begitu datang ke sini dan belum dapat pekerjaan, mereka langsung tercatat sebagai pengangguran. Data BPS tidak melihat KTP, tapi siapa yang belum bekerja dan sedang mencari kerja,” ungkapnya.
Ia menegaskan bahwa angka pengangguran tidak mungkin nol, tetapi pihaknya akan terus berupaya menekannya secara bertahap.
Kemenaker Fokus Transformasi BLK
Sementara itu, Menteri Ketenagakerjaan Yassierli menyampaikan bahwa transformasi Balai Latihan Kerja menjadi fokus pemerintah dalam lima tahun ke depan. Saat ini terdapat sekitar 41 BLK di bawah Kemenaker dan ratusan BLK milik pemda.
“Pelatihan harus dilakukan secara masif dan efektif menjawab kebutuhan pasar tenaga kerja. Dengan begitu, perusahaan bisa tumbuh dan membuka lebih banyak lapangan kerja,” ujar Yassierli.
Ikuti Kami di GOOGLE NEWS
Simak berita seputar Bekasi di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Gobekasi.id WhatsApp Channel : https://whatsapp.com/channel/0029VarakafA2pLDBBYbP32t. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.












