Bekasi — Laporan terbaru Corruption Perceptions Index (CPI) 2024 yang dirilis oleh Transparency International mengungkap tingkat korupsi sektor publik di 180 negara di dunia.
Dalam laporan tersebut, Myanmar menempati posisi sebagai negara paling korup di kawasan Asia Tenggara, dengan skor CPI hanya 20, dan menempati peringkat ke-12 paling korup secara global.
CPI 2024 menggunakan skala penilaian dari 0 (sangat korup) hingga 100 (sangat bersih). Di peringkat global, Sudan Selatan dan Somalia menjadi negara paling korup dengan skor masing-masing 8 dan 9. Sementara Denmark dan Finlandia menempati peringkat tertinggi sebagai negara paling bersih dari korupsi, dengan skor 90 dan 88.
Singapura mencatat prestasi sebagai negara paling bersih dari korupsi di Asia Tenggara dan Asia, dengan skor CPI 84, menjadikannya negara ketiga paling bersih secara global.
Berikut ini lima negara paling korup di Asia Tenggara berdasarkan CPI 2024:
Myanmar
Skor CPI: 20
Peringkat global: 12 paling korup
Kamboja
Skor CPI: 21
Peringkat global: 23
Filipina
Skor CPI: 33
Peringkat global: 62
Laos
Skor CPI: 33
Peringkat global: 65
Thailand
Skor CPI: 34
Peringkat global: 69
Indonesia Masih dalam Zona Merah
Indonesia berada di luar lima besar negara paling korup di Asia Tenggara, tetapi masih mendapat sorotan negatif, dengan skor CPI 37 dan berada di peringkat ke-80 paling korup secara global.
Sementara itu, Malaysia menunjukkan kinerja lebih baik, dengan skor 50, menempatkannya sebagai negara kedua paling bersih dari korupsi di kawasan, setelah Singapura.
Penyebab Meningkatnya Korupsi
Transparency International mencatat bahwa melemahnya sistem peradilan menjadi salah satu faktor utama memburuknya indeks persepsi korupsi. Di banyak negara, baik yang dipimpin secara demokratis maupun otoriter, sistem hukum dinilai tidak mampu memberikan efek jera bagi para pelaku korupsi. Hal ini menciptakan impunitas dan memperkuat praktik korupsi secara sistemik.
Selain itu, korupsi juga berkaitan erat dengan isu perubahan iklim, eksploitasi sumber daya alam, dan aktivitas pencucian uang lintas negara.
“Korupsi merupakan penyebab utama menurunnya demokrasi, ketidakstabilan, dan pelanggaran hak asasi manusia,” tulis Transparency International dalam laporan resmi CPI 2024.
Laporan CPI 2024 memperkuat urgensi reformasi sistem hukum dan tata kelola pemerintahan yang bersih dan transparan di banyak negara, termasuk Indonesia.
Ikuti Kami di GOOGLE NEWS
Simak berita seputar Bekasi di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Gobekasi.id WhatsApp Channel : https://whatsapp.com/channel/0029VarakafA2pLDBBYbP32t. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.












