Bekasi  

Literasi Keuangan Inklusif untuk Driver Ojol Tunarungu di Bekasi

Kota Bekasi - Ruang Amal Indonesia bekerja sama dengan IFG Life menggelar program literasi keuangan inklusif di Deaf Learning Center Ibtisamah Mulia, Kota Bekasi, Jumat (12/9/2025). Foto: Ist
Ruang Amal Indonesia bekerja sama dengan IFG Life menggelar program literasi keuangan inklusif di Deaf Learning Center Ibtisamah Mulia, Kota Bekasi, Jumat (12/9/2025). Foto: Ist

Kabupaten Bekasi – Ojek online (ojol) kini menjadi salah satu profesi yang banyak digeluti masyarakat Indonesia, termasuk penyandang tunarungu.

Untuk mendukung kemandirian ekonomi mereka, Ruang Amal Indonesia bekerja sama dengan IFG Life menggelar program literasi keuangan inklusif di Deaf Learning Center Ibtisamah Mulia, Kota Bekasi, Jumat (12/9/2025).

Kegiatan ini diikuti sekitar 50 driver ojol tunarungu yang tergabung dalam Komunitas Ojol Tunarungu Indonesia (KOTRI).

Materi disampaikan oleh G. Agung Nugraha Susanta, Stakeholder Management & ESG Department Head IFG Life, dan diterjemahkan ke dalam bahasa isyarat oleh Juru Bahasa Isyarat (JBI).

“Teman-teman sangat antusias mengikuti acara ini. Semoga ilmu yang diperoleh benar-benar bermanfaat bagi driver ojol yang spesial ini,” ujar Agung dalam keterangannya, Sabtu (13/9/2025).

Program Perdana, Akan Diperluas ke Kota Lain

CEO Ruang Amal Indonesia, Slamet, menyebut kegiatan ini sebagai program perdana yang akan diperluas ke berbagai kota di Indonesia. Menurutnya, literasi keuangan penting bagi penyandang tuli yang menjadikan profesi ojol sebagai salah satu alternatif untuk mencari nafkah.

“Kalau mereka memahami cara mengelola keuangan, tentu akan semakin baik dalam meningkatkan kesejahteraan keluarga,” jelas Slamet.

Ojol Tunarungu Sambut Positif

Koordinator KOTRI, Fika, mengapresiasi kegiatan ini. Ia menyebut para driver akan memanfaatkan ilmu yang didapat untuk mengelola pendapatan lebih baik.

“Kegiatan ini sangat bermanfaat. Atas nama teman-teman ojol, kami ucapkan terima kasih. Semoga program ini terus berlanjut di daerah lain,” katanya.

Edukasi Publik Lewat Rompi KOTRI

Selain pelatihan, Ruang Amal Indonesia dan IFG Life juga membagikan rompi khusus bertuliskan KOTRI kepada seluruh peserta. Rompi ini bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat ketika berinteraksi dengan driver ojol tunarungu.

“Pernah ada driver ojol tuli yang diberi bintang satu karena tidak bisa menjawab pertanyaan penumpang. Penumpang tidak sadar kalau dia tuli. Jadi rompi ini juga berfungsi sebagai edukasi publik,” jelas Slamet.

Ikuti Kami di GOOGLE NEWS

Simak berita seputar Bekasi di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Gobekasi.id WhatsApp Channel : https://whatsapp.com/channel/0029VarakafA2pLDBBYbP32t. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *