Kabupaten Bekasi — Pemerintah Kabupaten Bekasi menegaskan komitmennya untuk menghadirkan pembangunan yang berkeadilan dan setara bagi seluruh warga. Hal itu tercermin dalam Rapat Evaluasi Pengarusutamaan Gender (PUG) Tahun 2025 yang digelar di Ruang Sekretaris Daerah, Gedung Bupati Bekasi, Cikarang Pusat, Kamis (30/10/2025).
Rapat dipimpin oleh Penjabat Sekretaris Daerah Kabupaten Bekasi, Ida Farida, didampingi Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A), serta dihadiri perwakilan seluruh perangkat daerah.
Dalam arahannya, Ida menegaskan bahwa PUG bukan sekadar formalitas administratif, melainkan strategi kunci untuk memastikan setiap kebijakan pemerintah memberi manfaat setara bagi perempuan dan laki-laki.
“PUG adalah strategi penting agar pembangunan tidak hanya berbicara soal angka atau infrastruktur, tapi juga keadilan sosial,” kata Ida Farida.
Ia ingin memastikan setiap kebijakan dan program di Kabupaten Bekasi memberikan ruang dan manfaat yang setara bagi semua, tanpa ada yang tertinggal.
Menurut Ida, evaluasi ini menjadi langkah strategis untuk menilai sejauh mana prinsip kesetaraan gender telah terintegrasi dalam perencanaan dan pelaksanaan program di tiap perangkat daerah.
Pemerintah, kata dia, juga ingin mengukur efektivitas kebijakan serta menyusun rekomendasi perbaikan dan langkah konkret untuk tahun berikutnya.
Ida menambahkan, Pemkab Bekasi berkomitmen memperkuat kelembagaan PUG secara berkelanjutan melalui pelatihan aparatur, penyediaan data terpilah berbasis gender, dan kerja sama lintas sektor dengan dunia usaha serta organisasi perempuan.
“Kesetaraan gender bukan isu perempuan semata, tapi tanggung jawab bersama,” ujarnya.
Menurutnya, sinergi antara OPD dan seluruh pemangku kepentingan menjadi kunci agar pembangunan di Kabupaten Bekasi benar-benar responsif terhadap kebutuhan warga.”
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada DP3A sebagai motor penggerak implementasi PUG. “Kami berharap dari kegiatan ini lahir komitmen dan langkah nyata untuk memperkuat penerapan PUG di setiap lini pembangunan,” kata Ida.
Sementara itu, Plt Kepala DP3A Kabupaten Bekasi, Muhammad Said, menegaskan bahwa evaluasi ini tidak hanya bersifat administratif, melainkan bagian dari upaya memperkuat tata kelola pemerintahan yang berperspektif gender.
“Melalui evaluasi ini, kami ingin memastikan setiap perangkat daerah memahami dan mengimplementasikan PUG secara konkret dalam program kerjanya,” ujar Said.
Said menyampaikan tahun 2025 menjadi momentum penting untuk memperkuat komitmen bersama membangun Kabupaten Bekasi yang lebih inklusif dan berkeadilan.
DP3A, kata Said, terus mendorong penguatan melalui penyusunan dokumen perencanaan dan penganggaran responsif gender (PPRG), pendampingan teknis bagi perangkat daerah, serta peningkatan partisipasi perempuan dalam pengambilan keputusan publik.
“Kami ingin perspektif gender hadir sejak tahap perencanaan, bukan di akhir proses. Dengan begitu, kebijakan pemerintah benar-benar menjawab kebutuhan nyata masyarakat, baik perempuan maupun laki-laki,” katanya.
Kegiatan evaluasi yang berlangsung interaktif itu juga menjadi forum berbagi praktik baik antarperangkat daerah. Hasilnya akan dirumuskan menjadi rekomendasi strategis untuk meningkatkan efektivitas implementasi PUG di Kabupaten Bekasi.
Ikuti Kami di GOOGLE NEWS
Simak berita seputar Bekasi di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Gobekasi.id WhatsApp Channel : https://whatsapp.com/channel/0029VarakafA2pLDBBYbP32t. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.












