Bekasi  

Air Tak Kunjung Surut, Sukatani Jadi Titik Paling Parah Banjir Bekasi

Kabupaten Bekasi - Banjir di Kabupaten Bekasi akibat luapan dan jebolnya tanggul Kali Cikarang. Foto: Ist/Gobekasi.id.
Banjir di Kabupaten Bekasi akibat luapan dan jebolnya tanggul Kali Cikarang. Foto: Ist/Gobekasi.id.

Kabupaten Bekasi — Luapan Kali Cikarang membuat ribuan warga di tujuh kecamatan di Kabupaten Bekasi terendam banjir sejak Sabtu pagi, 1 November 2025. Hingga Minggu malam, air di sejumlah wilayah masih belum surut.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bekasi mencatat sedikitnya 1.304 rumah warga dari 1.377 kepala keluarga (KK) terdampak banjir dengan total 3.548 jiwa yang terimbas.

“Berdasarkan data rekap, 1.304 rumah terdampak banjir, dengan 3.548 jiwa ikut terdampak,” kata Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik (Darlog) BPBD Kabupaten Bekasi, Dodi Supriadi, Minggu (2/11/2025).

Tujuh kecamatan yang tergenang air antara lain Serang Baru, Cikarang Selatan, Cikarang Barat, Cikarang Utara, Sukatani, Karangbahagia, dan Cibitung.

Dari data BPBD, banjir ini juga mempengaruhi kelompok rentan: 64 bayi, 228 balita, dan 207 lansia.

BPBD telah mendirikan posko pengungsian di enam titik, di antaranya Sukadanau (Cikarang Barat), Karangasih dan Cikarang Kota (Cikarang Utara), Sukamulya dan Sukarukun (Sukatani), serta Sukaraya (Karangbahagia).

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Bekasi, Muchlis, menyebut dua wilayah — Serang Baru dan Cikarang Selatan — mulai berangsur surut, namun Sukatani menjadi titik paling parah dengan genangan hingga 1,4 meter.

“Di Sukatani, air mencapai 1,4 meter, dengan 815 jiwa dari 210 KK terdampak,” ujarnya.

Menurut Muchlis, banjir dipicu kombinasi curah hujan tinggi, luapan Kali Cikarang, kiriman air dari wilayah hulu, serta sistem drainase yang buruk.

BPBD bersama aparat gabungan telah mengevakuasi warga, memasang pompa air di Perumahan Arthera Hill Serang Baru, dan menyalurkan bantuan logistik.

“Alhamdulillah tidak ada korban jiwa, tapi kami tetap bersiaga penuh malam ini,” kata Muchlis.

Ia menegaskan, petugas BPBD masih berada di lapangan untuk memantau debit air serta memastikan warga terdampak mendapatkan bantuan.

“Tim kami masih di lapangan membantu evakuasi dan distribusi bantuan,” pungkasnya.

Ikuti Kami di GOOGLE NEWS

Simak berita seputar Bekasi di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Gobekasi.id WhatsApp Channel : https://whatsapp.com/channel/0029VarakafA2pLDBBYbP32t. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *