Bekasi  

Rumahnya Viral di X! Fakta Mengejutkan dari Penyandang Disabilitas Nurhadi Terungkap

Kota Bekasi - Nurhadi (29), pria penyandang disabilitas asal Tambun Selatan, mendadak jadi perbincangan besar di media sosial. Foto: Septian/Gobekasi.id.
Nurhadi (29), pria penyandang disabilitas asal Tambun Selatan, mendadak jadi perbincangan besar di media sosial. Foto: Septian/Gobekasi.id.

Kabupaten Bekasi – Nama Nurhadi (29), pria penyandang disabilitas asal Tambun Selatan, mendadak jadi perbincangan besar di media sosial.

Sebuah unggahan di platform X menampilkan potongan kisah hidupnya, lengkap dengan kondisi ruang kecil tempat ia beraktivitas sehari-hari. Video itu meledak ditonton jutaan kali hanya dalam hitungan hari.

Namun, di balik viralnya unggahan tersebut, Nurhadi justru mengaku keberatan. Ada narasi yang menurutnya tak sesuai kenyataan.

Saat ditemui di rumahnya di Jalan Tenggilis, Desa Lambang Sari, Nurhadi terlihat berusaha tenang meski telepon genggamnya terus berbunyi akibat pesan yang masuk. Ia membantah anggapan bahwa dirinya hidup seorang diri seperti yang ramai disebutkan netizen.

“Saya tidak hidup sendiri. Orangtua saya ada di samping, satu rumah juga. Memang ruang saya terpisah pakai papan, tapi tetap tinggal sama keluarga,” kata Nurhadi, Rabu (26/11/2025).

Dia juga menegaskan bahwa unggahan tentang dirinya di X dibuat tanpa izin.

“Saya tidak tahu itu diunggah. Katanya tidak akan diposting. Tidak ada izin ke saya. Saya minta dihapus,” tegasnya.

Salah satu hal yang menjadi sorotan warganet ialah usaha rental Playstation miliknya. Soal itu, Nurhadi mengaku benar. Ia telah menjalankan usaha tersebut sejak 2016 untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari.

Dulunya ia memiliki lima unit PS2 dan PS3. Kini, tersisa satu.

“Dulu ada lima. Ada yang hilang, lainnya dijual. Sekarang tinggal satu,” ujarnya.

Kisah lain yang banyak disalahpahami adalah kondisi fisiknya. Nurhadi menegaskan bahwa ia tidak lahir dengan disabilitas. Kondisinya memburuk setelah dua kali terjatuh—pertama di Depok, kedua di rumahnya sendiri.

“Dulu normal waktu lahir. Jatuh pertama, sempat sembuh, lalu jatuh lagi. Sekarang begini karena tulang ekor bermasalah,” jelasnya.

Ibu tiri Nurhadi, Samsiyah (45), juga angkat suara. Ia membantah keras narasi warganet yang menyebut Nurhadi tidak mendapat perhatian keluarga.

“Salah itu. Kami sering bersihkan kamar Nurhadi. Makan juga ditawari. Memang kadang kami kerja, jadi belum sempat bersihkan saat ada yang foto,” tuturnya.

Samsiyah juga memastikan keluarga tidak pernah mengurus donasi untuk Nurhadi.

“Donasi apapun selalu kami serahkan ke Nurhadi. Itu hak dia,” katanya.

Ia berharap unggahan yang membuat situasi keluarga seolah terabaikan dapat segera dihapus.

“Iya, hapus saja. Biar tidak ada salah paham lagi. Dia tidak sendirian kok, kami selalu ada,” ucapnya.

Ikuti Kami di GOOGLE NEWS

Simak berita seputar Bekasi di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Gobekasi.id WhatsApp Channel : https://whatsapp.com/channel/0029VarakafA2pLDBBYbP32t. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *